MARKET DATA

Resmi Dibangun! Blok Masela Bisa Hasilkan 9,5 Juta Ton LNG per Tahun

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
16 July 2026 14:52
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia Saat menyampaikan laporan jelang Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Maluku, Kamis (16/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia Saat menyampaikan laporan jelang Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Maluku, Kamis (16/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Maluku, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan atau groundbreaking proyek gas Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan 9,5 juta metrik ton Liquefied Natural Gas (LNG) per tahun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menguraikan, bahwa investasi proyek gas Blok Masela ini mencapai US$20,9 miliar atau setara Rp390 triliun. "Dan ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara 120 MMSCFD dan 35.000 barel kondensat per hari," terang Bahlil dalam sambutannya pada Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Dengan hasil LNG yang besar, Bahlil mengungkapkan sebanyak 60% produksi akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sementara sisanya sebesar 40% akan diekspor.

Menurut Bahlil, pemerintah telah memutuskan sebagian besar produksi gas akan diprioritaskan untuk pasar domestik guna mendukung hilirisasi industri dan ketahanan energi nasional.

"Ini gasnya 60% minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40% kita lakukan ekspor," kata Bahlil, Kamis (16/7/2026).

Bahlil menjelaskan pasokan gas domestik nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung program hilirisasi, termasuk sebagai bahan baku industri pupuk. Adapun, PT Pupuk Indonesia disebut akan membangun industri hilirisasi.

"Sebagian akan diserahkan ke PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," katanya.

Sebagai gambaran, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Pemerintah Indonesia memberikan persetujuan atas Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) pertama (PoD-I) kepada Inpex untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dari Kilang LNG Masela, dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat.

Konsep pengembangan lapangan green field (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deep water, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan energi bersih melalui penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil: Sudah 6 Presiden, Cuma Prabowo yang Bisa Eksekusi Blok Masela


Most Popular
Features