Total Aset IKN Tembus Rp71,96 T, Begini Kondisi Keuangan Kantor Basuki

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 16/07/2026 15:10 WIB
Foto: (Dok: Otorita IKN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, mengungkapkan nilai aset IKN terus bertambah seiring percepatan pembangunan sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, total aset yang tercatat dalam neraca OIKN mencapai Rp71,96 triliun atau meningkat Rp13,59 triliun dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp63,35 triliun.

Menurut Basuki, kenaikan tersebut mencerminkan laju pembangunan fisik di kawasan ibu kota baru yang terus berlangsung.

"Total aset dalam neraca Otorita IKN per 31 Desember 2025 sebesar Rp71,96 triliun naik Rp 13,59 triliun dari total aset tahun 2024 sebesar Rp 63,35 triliun. Kenaikan ini menunjukkan akselerasi pembangunan fisik di IKN sepanjang tahun 2025," kata Basuki dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/7/2026).


Dari total aset tersebut, OIKN mencatat aset lancar senilai Rp3,46 triliun, aset tetap Rp6,2 triliun, properti investasi Rp61,69 triliun, serta aset lainnya sebesar Rp601,99 miliar.

Tak hanya aset yang bertambah, kekayaan bersih OIKN juga ikut meningkat. Per 31 Desember 2025, ekuitas lembaga tersebut tercatat sebesar Rp71,41 triliun atau naik Rp8,07 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp63,34 triliun.

"Kewajiban otorita IKN tercatat Rp552,24 miliar yang terdiri dari utang kepada pihak ketiga Rp533 miliar dan pendapatan diterima di muka Rp19,11 miliar. Sedangkan kekayaan bersih otorita IKN per 31 Desember 2025 ini tercatat Rp71,41 triliun, atau naik Rp12,74 triliun dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Basuki menjelaskan, peningkatan ekuitas terutama didorong oleh transaksi antar entitas yang mencapai Rp9,21 triliun. Nilai tersebut melonjak sekitar 802% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp1,02 triliun.

"Inilah berasal dari realisasi belanja negara yang berasal dari kas negara atau BUN. Pertumbuhan ekuitas menunjukkan bahwa setiap belanja negara yang direlasikan telah terkonversi menjadi penambahan aset dan kekayaan negara yang real dan dikelola secara tertib," jelas dia.

Di sisi operasional, OIKN membukukan pendapatan sebesar Rp55,2 miliar sepanjang 2025, sementara beban operasional mencapai Rp1,19 triliun.

"Kenaikan beban operasional seiring dengan akselerasi pembangunan IKN pada tahun pertama, pembangunan infrastruktur oleh otorita IKN, dan pertumbuhan aset tetap yang signifikan sebaik mana tercermin pada laporan neraca," terangnya.

Untuk tahun anggaran 2026, OIKN memperoleh alokasi dana Rp5,47 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas belanja pegawai Rp423 miliar, belanja barang Rp732,5 miliar, dan belanja modal sebesar Rp4,3 triliun.

Sementara itu, hingga 30 Juni 2026, realisasi anggaran berbasis akrual telah mencapai Rp4,39 triliun atau setara 80,2% dari pagu. Basuki menegaskan angka tersebut sudah mencakup seluruh pengadaan yang dilakukan melalui mekanisme kontrak.

"Sedangkan realisasi SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tercatat sebesar Rp1,23 triliun atau 26,2% dari pagu dipa. Realisasi ini dihitung berdasarkan SP2D yang telah diterbitkan oleh Kementerian Keuangan," pungkas Basuki.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Blok Masela Resmi Dibangun, Investasi Setara Rp 390an T