FOTO Internasional

"Neraka Bocor" Gulung Eropa, Potret Patung Meleleh di Kota Abadi Dunia

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 17/07/2026 06:30 WIB

Greenpeace Italia memasang tiga patung es di depan Koloseum sebagai simbol dampak gelombang panas terhadap pekerja di tengah cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

1/5 Patung-patung es yang menggambarkan seorang petani dan seorang tukang bangunan, kelompok pekerja yang paling rentan terhadap gelombang panas, yang ditempatkan oleh aktivis Greenpeace, meleleh di bawah sinar matahari, selama demonstrasi untuk menyoroti dampak pemanasan global saat gelombang panas melanda Italia, di dekat Colosseum, di Roma, Italia, 15 Juli 2026. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Patung-patung es berbentuk petani dan pekerja bangunan, yang dipasang aktivis Greenpeace di dekat Koloseum, Roma, Italia, Rabu (15/7/2026), tampak meleleh di bawah terik matahari sebagai simbol kerentanan para pekerja terhadap gelombang panas. Aksi tersebut merupakan bagian dari demonstrasi Greenpeace Italia untuk menyoroti dampak pemanasan global di tengah cuaca ekstrem yang melanda negara itu. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

2/5 Patung-patung es yang menggambarkan seorang petani dan seorang tukang bangunan, kelompok pekerja yang paling rentan terhadap gelombang panas, yang ditempatkan oleh aktivis Greenpeace, meleleh di bawah sinar matahari, selama demonstrasi untuk menyoroti dampak pemanasan global saat gelombang panas melanda Italia, di dekat Colosseum, di Roma, Italia, 15 Juli 2026. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Patung-patung es tersebut mulai mencair di bawah terik matahari pagi, menggambarkan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan pekerja di tengah cuaca ekstrem. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

3/5 Patung-patung es yang menggambarkan seorang petani dan seorang tukang bangunan, kelompok pekerja yang paling rentan terhadap gelombang panas, yang ditempatkan oleh aktivis Greenpeace, meleleh di bawah sinar matahari, selama demonstrasi untuk menyoroti dampak pemanasan global saat gelombang panas melanda Italia, di dekat Colosseum, di Roma, Italia, 15 Juli 2026. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Simona Abbate, mengatakan industri bahan bakar fosil memiliki tanggung jawab historis atas perubahan iklim yang memicu meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

4/5 Patung-patung es yang menggambarkan seorang petani dan seorang tukang bangunan, kelompok pekerja yang paling rentan terhadap gelombang panas, yang ditempatkan oleh aktivis Greenpeace, meleleh di bawah sinar matahari, selama demonstrasi untuk menyoroti dampak pemanasan global saat gelombang panas melanda Italia, di dekat Colosseum, di Roma, Italia, 15 Juli 2026. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Italia sendiri masih dilanda suhu tinggi. Menurut situs prakiraan cuaca Ilmeteo.it, suhu udara di ibu kota Roma diperkirakan mencapai 38 derajat Celcius pada Kamis (16/7/2026), memperpanjang kondisi panas yang melanda negara tersebut. Dampak gelombang panas juga dirasakan di berbagai negara Eropa. Data resmi menunjukkan sekitar 10.650 kematian berlebih terjadi selama gelombang panas yang memecahkan rekor di wilayah barat Eropa pada akhir Juni lalu. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

5/5 Patung-patung es yang menggambarkan seorang petani dan seorang tukang bangunan, kelompok pekerja yang paling rentan terhadap gelombang panas, yang ditempatkan oleh aktivis Greenpeace, meleleh di bawah sinar matahari, selama demonstrasi untuk menyoroti dampak pemanasan global saat gelombang panas melanda Italia, di dekat Colosseum, di Roma, Italia, 15 Juli 2026. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Eropa dapat menghadapi "minggu-minggu yang lebih mematikan" akibat gelombang panas baru yang sedang terbentuk di atas Samudra Atlantik, sehingga diperlukan langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Add as a preferred
source on Google