Proyek Gas Blok Masela Rp355 T Groundbreaking Hari Ini, Ini Pemiliknya
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela pada hari ini Kamis, 16 Juli 2026. Momen tersebut menjadi tonggak penting setelah proyek strategis nasional tersebut melewati perjalanan panjang selama hampir 30 tahun sejak kontrak ditandatangani pada 1998.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan peresmian groundbreaking proyek strategis tersebut akan dilakukan oleh Presiden Prabowo.
"Nanti kita lihat ya. Tapi besok Insya Allah Pak Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Meski demikian, Bahlil belum dapat memastikan apakah Presiden Prabowo akan hadir langsung di lokasi proyek di Maluku atau meresmikannya secara virtual.
Proyek Lapangan Abadi Blok Masela diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 20,9 miliar atau setara Rp355 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS), menjadikannya salah satu proyek migas terbesar yang tengah dikembangkan di Indonesia.
Operator Blok Masela
Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang yakni Inpex Masela Ltd merupakan pemegang hak partisipasi (Participating Interest/ PI) terbesar di Blok Masela yakni mencapai 65%.
Sebelumnya, Inpex ditemani oleh Shell Upstream Overseas Services dengan saham 35%. Namun sayangnya, Shell memutuskan hengkang dari proyek gas abadi yang berlokasi di Maluku itu.
Adapun 35% saham Shell tersebut sejak Juli 2023 lalu telah diambil oleh PT Pertamina Hulu Energi melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) sebesar 20% dan Petronas 15%.
Perjanjian jual beli hak partisipasi dari Shell ke Pertamina dan Petronas ini ditandatangani pada 25 Juli 2023 dan persetujuan Menteri ESDM atas pengalihan PI diperoleh pada 4 Oktober 2023.
Beberapa waktu lalu, President and CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda mengatakan pihaknya mendorong progres proyek Masela agar bisa meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan energi di Indonesia.
"Hari ini, dengan bangga kami umumkan dimulainya Inisiasi FEED Onshore LNG untuk Proyek LNG Abadi," jelasnya dalam acara Launching OLNG FEED Masela di Jakarta, dikutip Kamis (10/4/2025).
Inpex juga terus memastikan agar proyek gas Masela bisa tepat beroperasi tepat waktu. Adapun tahap OLNG ini berfokus pada pemilihan lisensi teknologi dan teknologi penggerak turbin gas. "Yang keduanya penting untuk mempercepat keseluruhan fase desain rekayasa awal proyek," tambahnya.
Ueda juga mengungkapkan proyeksi investasi kemungkinan mengalami peningkatan. Hal itu dibandingkan dengan proyeksi jumlah investasi yang diperhitungkan pada awal pengembangan blok tersebut.
Kemungkinan peningkatan investasi itu dipengaruhi oleh biaya pasar, tenaga kerja, hingga biaya peralatan. "Seperti yang baru saja saya sebutkan, biaya pasar, biaya tenaga kerja, dan biaya peralatan meningkat pesat," katanya dalam konferensi pers.
Sayangnya, Ueda tidak mengatakan secara gamblang perkiraan peningkatan investasi blok tersebut. Melainkan, total investasi Blok Masela bisa diketahui setidaknya dua tahun lagi setelah penyelesaian kontrak EPC (engineering, procurement, and construction).
"Jadi, saat ini kami belum mengetahui jumlah pasti investasi kami untuk Abadi. Kami akan mengetahui angka yang spesifik tersebut saat kami menyelesaikan kontrak EPC, yang mungkin akan berlangsung dua tahun kemudian," tambahnya.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]