Survei Terbaru: Xi Jinping Kalahkan Trump, Dunia Lebih Pilih China
Jakarta, CNBC Indonesia - Persepsi global terhadap Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan drastis pada tahun ini. Untuk pertama kalinya dalam sekitar dua dekade, lebih banyak negara memandang China secara lebih positif dibandingkan AS, mencerminkan pergeseran besar dalam opini publik internasional di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan para sekutu Washington.
Hasil jajak pendapat terbaru Pew Research Center yang dirilis Rabu (15/7/2026) menunjukkan China kini memperoleh citra yang lebih baik dibandingkan AS di 25 dari 36 negara dan wilayah yang disurvei. Negara-negara tersebut bahkan mencakup dua tetangga dekat AS, yakni Kanada dan Meksiko.
Sebaliknya, hanya enam negara yang masih memandang AS lebih positif dibandingkan China, yakni Israel, Jepang, India, Korea Selatan, Filipina, dan Polandia.
Tak hanya citra negara, persepsi terhadap para pemimpin dunia juga berubah. Sebanyak 22 dari 36 negara dan wilayah kini memberikan penilaian lebih positif kepada Presiden China Xi Jinping dibandingkan Presiden AS Donald Trump. Pergeseran itu terlihat di Kanada, Meksiko, hingga negara-negara besar Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris.
Meski demikian, survei mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap kedua pemimpin tersebut secara umum masih relatif rendah di banyak negara.
Survei dilakukan pada Februari hingga Mei, periode ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan perang terhadap Iran.
Pew mewawancarai lebih dari 42.000 responden di 35 negara serta wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dengan margin kesalahan berkisar antara 2,3 hingga 5,5 poin persentase tergantung masing-masing negara.
Laura Silver, Associate Director Pew Global Attitudes Research sekaligus salah satu peneliti dalam studi tersebut, mengatakan ini merupakan pertama kalinya sejak Pew mulai melacak opini global sekitar 20 tahun lalu China dipandang lebih positif daripada Amerika Serikat.
Menurut Silver, pada periode-periode sebelumnya persepsi terhadap Beijing dan Washington memang sempat berimbang, namun belum pernah China unggul secara signifikan seperti saat ini.
Perubahan tersebut terjadi seiring pandemi Covid-19 yang semakin menjadi isu masa lalu dan memburuknya persepsi masyarakat dunia terhadap Amerika Serikat.
"Memang terdapat kaitan nyata antara pecahnya perang dengan pandangan bahwa AS tidak berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas, serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Donald Trump," kata Silver, dikutip dari The Associated Press, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan sejumlah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump turut memperburuk citra AS di mata dunia.
Mulai dari tuntutan Trump untuk menguasai Greenland, operasi militer AS yang menangkap pemimpin Venezuela saat itu Nicolás Maduro, hingga kebijakan Washington dalam perang Israel-Hamas di Gaza dinilai ikut menurunkan tingkat penerimaan publik internasional terhadap Amerika Serikat.
"Dalam beberapa bulan hingga tahun terakhir, AS telah banyak melakukan langkah terkait keterlibatan global yang tidak dipandang secara positif di tingkat internasional," ujar Silver.
Menurutnya, membaiknya citra China bukan semata karena perubahan di Beijing, tetapi juga karena negara tersebut dinilai lebih stabil dibandingkan Washington.
Kedutaan Besar China di Washington menyambut hasil survei tersebut.
Dalam pernyataannya, pemerintah China mengatakan hasil jajak pendapat itu "menunjukkan bahwa pencapaian tata kelola dan kemajuan pembangunan China diakui secara luas".
Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait hasil survei tersebut.
Meski citra Washington merosot, enam negara masih memberikan penilaian lebih baik kepada AS dibandingkan China.
Israel menjadi negara dengan tingkat dukungan tertinggi terhadap AS. Sekitar delapan dari sepuluh warga Israel memiliki pandangan positif terhadap AS, sedangkan hanya 19% yang memiliki pandangan positif terhadap China.
Selain Israel, lima negara lainnya adalah Jepang, India, Korea Selatan, Filipina, dan Polandia.
Namun laporan Pew mencatat bahkan di negara-negara tersebut, citra AS juga terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam satu aspek, AS masih unggul dibandingkan China, yakni terkait penghormatan pemerintah terhadap kebebasan pribadi masyarakat. Namun keunggulan itu terus menyempit.
Laporan Pew menyebut penyebab utamanya bukan karena peningkatan besar pada China, melainkan karena semakin banyak masyarakat dunia yang menilai pemerintah AS tidak lagi menghormati kebebasan warganya seperti sebelumnya.
Perubahan persepsi tersebut terlihat jika dibandingkan dengan survei terakhir yang dilakukan pada 2021.
(luc/luc) Add
source on Google