Internasional

Geger 28.000 Berlian Rp 179 M Diselundupkan, Seret Raksasa Perhiasan

sef, CNBC Indonesia
Rabu, 15/07/2026 21:20 WIB
Foto: Ilustrasi (REUTERS/Denis Balibouse)

Jakarta, CNBC Indonesia - Skandal kini terjadi perusahaan "raksasa" perhiasan terbesar Vietnam, Phu Nhuan Jewelry JSC (PNJ). Otoritas membongkar jaringan penyelundupan berlian internasional yang diduga telah memasukkan puluhan ribu batu mulia ilegal ke negara itu.

Mengutip Japan Times dan Channel News Asia (CNA), Rabu (16/7/2026), polisi Vietnam tengah menyelidiki sindikat yang diduga menyelundupkan lebih dari 28.000 berlian senilai hampir US$11 juta atau sekitar Rp179 miliar (kurs Rp16.300/US$) sejak 2024. Dalam pengembangan kasus tersebut, aparat telah menangkap Dang Ngoc Thao, mantan Direktur PNJ Laboratory, anak usaha PNJ yang bergerak di bidang sertifikasi batu mulia.


Selain itu, lebih dari 30 orang juga ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan yang telah beroperasi selama beberapa tahun. Kementerian Keamanan Publik Vietnam menyatakan polisi telah menggerebek lebih dari 20 lokasi, termasuk toko perhiasan dan rumah para tersangka, yang sebagian besar berada di Ho Chi Minh City.

Media pemerintah Vietnam juga melaporkan sejumlah toko yang terkait dengan penyelidikan mendadak tutup setelah operasi penegakan hukum dilakukan. Menurut penyidik, sindikat tersebut menggunakan modus yang sangat terorganisasi.

Disebutkan bagaimana berlian didatangkan dari India, kemudian dikirim ke Vietnam melalui Hong Kong secara ilegal. Dang Ngoc Thao diduga berperan melegalkan berlian selundupan dengan cara menghapus tanda laser milik Gemological Institute of America (GIA) yang menjadi identitas asli batu mulia tersebut.

Setelah itu, berlian diberi kode identifikasi baru milik PNJ Laboratory dan diterbitkan sertifikat baru sebelum dijual kembali ke pasar. Hingga kini, polisi telah menyita 1.239 berlian beserta sejumlah perhiasan yang tidak memiliki dokumen atau bukti asal-usul yang sah.

PNJ Bantah Terlibat

Meski nama anak usahanya ikut terseret, PNJ menegaskan perusahaan tidak menjadi tersangka dalam perkara tersebut. Dalam pernyataan resminya, PNJ menyebut penyelidikan hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran individu mantan pegawainya.

Perusahaan juga menegaskan seluruh produk berlian yang telah disertifikasi oleh PNJ Laboratory memiliki jejak asal-usul yang dapat ditelusuri. Manajemen menjamin perhiasan mereka memenuhi standar kualitas.

"Kasus ini menyangkut tanggung jawab hukum individu," demikian pernyataan perusahaan.

Namun demikian, kasus tersebut tetap mengguncang kepercayaan investor. Sejumlah dana kelolaan VinaCapital telah mengurangi kepemilikan sahamnya di PNJ dan tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham utama. 

"Apabila perusahaan gagal membangun kembali kepercayaan atau penyelidikan menemukan keterlibatan langsung perusahaan, situasinya dapat menjadi jauh lebih sulit," tulis analis ACB Securities, Chi Luong, dalam riset.

Sebagai upaya meredam kepanikan pasar, Chief Executive Officer (CEO) PNJ Phan Quoc Cong telah mendaftarkan rencana pembelian 1 juta saham perusahaan pada 11 Juli. PNJ juga berencana melakukan aksi buyback saham bulan depan.

Ketua PNJ Cao Thi Ngoc Dung memastikan kondisi keuangan perusahaan tetap kuat. Perusahaan, kata dia, memiliki cadangan dana yang cukup untuk menghadapi situasi saat ini.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Vietnam Makin Jago Tarik Turis Asing