MARKET DATA

Harga Beras Dunia Diam-Diam Naik, Kenapa Mentan Amran Ucap Syukur?

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
15 July 2026 15:05
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui usai memberikan kuliah umum di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui usai memberikan kuliah umum di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Medan, CNBC Indonesia - Harga beras dunia kembali melanjutkan tren kenaikan. Berdasarkan data Trading Economics, harga beras dunia pada perdagangan hari ini tercatat berada di level US$13,75 per kuintal. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan 23 Juni 2026 lalu, yang saat itu berada di US$12,48 per kuintal, setelah naik 2,21% dan menjadi level tertinggi dalam lebih dari sepekan.

Di tengah kenaikan harga beras global tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku tidak khawatir. Menurutnya, kondisi Indonesia berbeda karena pasokan beras dalam negeri saat ini melimpah dengan stok yang sangat besar, sehingga harga tetap stabil.

"Harga beras, tapi kita stabil Alhamdulillah. Kenapa? Beras kita surplus dan stok kita banyak, sangat besar. Harga dunia naik Alhamdulillah," kata Amran saat ditemui di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Rabu (15/7/2026).

Amran mengatakan, stabilnya harga pangan di dalam negeri menjadi salah satu capaian pemerintah di tengah tekanan global.

"Ini Bapak Presiden, harga beras stabil di saat harga dunia naik dengan akibat Selat Hormuz mungkin salah satunya," ujarnya.

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan Indonesia justru melihat peluang di tengah kenaikan harga beras dunia. Menurutnya, sejumlah negara telah menyampaikan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia.

Meski demikian, pemerintah masih melakukan pembahasan terkait kemungkinan ekspor tersebut.

"Oh iya pasti (pemerintah Indonesia mengambil peluang). Karena ada beberapa negara minta impor (beras ke Indonesia). Sementara ini masih negosiasi," pungkas Amran.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Amran Tawarkan 10.000 Ton Beras RI, Menteri Singapura Bilang Begini


Most Popular
Features