FOTO Internasional

Penampakan Kapal Induk Perang Pertama RI, Raksasa Berbobot 14.000 Ton

Dok. seaforces, CNBC Indonesia
Rabu, 15/07/2026 16:35 WIB

TNI AL bersiap menerima Giuseppe Garibaldi, kapal induk hibah dari Italia, sebagai bagian dari upaya memperkuat armada pertahanan. Ini penampakannya.

1/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

TNI Angkatan Laut bersiap menerima Giuseppe Garibaldi, kapal induk hibah dari Italia, sebagai bagian dari upaya memperkuat armada pertahanan maritim Indonesia. Kapal perang yang telah dipensiunkan Angkatan Laut Italia itu disiapkan untuk ditransfer kepada Indonesia melalui skema hibah, dengan target penyerahan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026. (Dok. seaforces)

2/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

Dilansir Seaforces Italian Navy sebelumnya, pada Maret 2025, Indonesia menyatakan ketertarikannya mengakuisisi Giuseppe Garibaldi beserta sayap udaranya yang terdiri atas pesawat tempur AV-8B Harrier II. Pada Juli 2025, Fincantieri kemudian mengajukan proposal untuk mengonversi kapal tersebut menjadi kapal serbu yang mampu mengoperasikan helikopter dan pesawat nirawak (UAV). (Dok. seaforces)

3/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk anti-kapal selam (ASW Aircraft Carrier) kelas Garibaldi yang menjadi satu-satunya kapal di kelasnya. Kapal ini dibangun oleh Fincantieri di Monfalcone, Italia. Pembangunannya dimulai pada 26 Maret 1981, diluncurkan pada 4 Juni 1983, mulai bertugas pada 30 September 1985, dan resmi dipensiunkan dari Angkatan Laut Italia pada 1 Oktober 2024 setelah hampir empat dekade beroperasi. (Dok. seaforces)

4/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

Kapal memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 8,2 meter, dan bobot benaman penuh sekitar 14.150 ton. Giuseppe Garibaldi mampu melaju hingga kecepatan 30 knot dengan jangkauan operasional mencapai 7.000 mil laut pada kecepatan jelajah 20 knot. Kapal ini dioperasikan sekitar 550 awak kapal, didukung 180 personel penerbangan serta sekitar 100 personel komando, kendali, komunikasi, dan komputer (C4). (Dok. seaforces)

5/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

Untuk sistem propulsi, Giuseppe Garibaldi menggunakan konfigurasi Combined Gas and Gas (COGAG) dengan empat turbin gas Fiat Avio LM2500 berdaya total sekitar 81.000 tenaga kuda yang menggerakkan dua poros baling-baling. Dari sisi persenjataan, kapal ini dilengkapi peluncur rudal pertahanan udara Aspide, sistem senjata jarak dekat Oto-Melara DARDO, tabung peluncur torpedo kaliber 324 mm, sementara rudal antikapal Otomat/Teseo yang sebelumnya dipasang telah dilepas pada 2003. (Dok. seaforces)

6/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

Sebagai kapal induk ringan, Giuseppe Garibaldi memiliki dek penerbangan sepanjang sekitar 170 meter dengan ski-jump berkemiringan 6,5 derajat, hanggar, serta dua elevator pesawat. Kapal ini mampu mengoperasikan hingga 18 jet tempur dan helikopter, termasuk AV-8B Harrier II, SH-3D Sea King, EH-101 Merlin, maupun SH-90A, sehingga memberikan fleksibilitas dalam operasi udara dan maritim. (Dok. seaforces)

7/7 Kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia yang akan dipesan Presiden Prabowo Subianto. (Dok. seaforces)

Selain itu, kapal dibekali berbagai sistem radar, sonar, peperangan elektronik, navigasi, dan pengendalian tembakan untuk mendukung operasi tempur. Apabila proses hibah dan negosiasi rampung sesuai rencana, Giuseppe Garibaldi akan menjadi salah satu aset terbesar dalam armada TNI AL dan berpotensi memperkuat kemampuan operasi amfibi, bantuan kemanusiaan, serta pengendalian wilayah maritim Indonesia. (Dok. seaforces)

Add as a preferred
source on Google