Siap-Siap! Ladang Gas Raksasa Blok Masela RI Groundbreaking Besok

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Rabu, 15/07/2026 09:55 WIB
Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dijadwalkan akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas abadi raksasa Blok Masela, di Laut Arufuru, Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026. Bahkan, peresmiannya akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan jelang pelaksanaan acara, persiapan terus dimatangkan. Adapun koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak termasuk Panitia Groundbreaking yang dipimpin oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Pattimura

"Saat ini kami sedang koordinasi dengan Ketua Panitia acara Groundbreaking (GB) Proyek Masela Bapak Pangdam Patimura di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini logistik dari Bandara Soekarno-Hatta dalam proses pengiriman ke lokasi Saumlaki Maluku," ujar Djoko dalam keterangan tertulis, pekan lalu.


Menurut dia, total logistik yang dikirim mencapai sekitar 93 ton, terdiri dari tenda, karpet, genset, AC dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Sebagian logistik dikirim melalui jalur laut.

Adapun, persiapan di lokasi juga terus dilakukan dengan menyesuaikan desain acara yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Persiapan di lapangan kami lakukan dengan design kehadiran Bapak Presiden. Mohon doa dan dukungan Bapak Ibu Insya Allah Groundbreaking akan dilaksanakan pertengahan bulan ini Juli 2026," tutupnya.

Profil Blok Masela

Inpex Masela Ltd merupakan pemegang hak partisipasi (Participating Interest/ PI) terbesar di Blok Masela yakni mencapai 65%.

Sebelumnya, Inpex ditemani oleh Shell Upstream Overseas Services dengan saham 35%. Namun sayangnya, Shell memutuskan hengkang dari proyek gas abadi yang berlokasi di Maluku itu.

Adapun 35% saham Shell tersebut sejak Juli 2023 lalu telah diambil oleh PT Pertamina Hulu Energi melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) sebesar 20% dan Petronas 15%.

Perjanjian jual beli hak partisipasi dari Shell ke Pertamina dan Petronas ini ditandatangani pada 25 Juli 2023 dan persetujuan Menteri ESDM atas pengalihan PI diperoleh pada 4 Oktober 2023.

Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Setelah kontrak bagi hasil ditandatangani pada 1998, akhirnya Inpex menemukan cadangan gas jumbo di Blok Masela ini pada tahun 2000.

Setelah 19 tahun kemudian, baru lah Pemerintah Indonesia memberikan persetujuan atas Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) pertama (PoD-I) kepada Inpex untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dari Kilang LNG Masela, dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat.

Konsep pengembangan lapangan green field (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deep water, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan energi bersih melalui penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.

Penerapan CCS ini pun disetujui Pemerintah Indonesia pada 28 November 2023, melalui Revisi 2 PoD-I. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan tender FEED. Hingga akhirnya, Rabu, 9 April 2025, Inpex meluncurkan FEED OLNG ini.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Antam Siap Caplok 100% Produksi Emas dari Smelter Freeport