Internasional

Kepala Pria Nyangkut di Jendela Pesawat saat Terbang, Ini Kronologinya

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 13:21 WIB
Foto: (Despoina Papapavlou/Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria tersangkut di jendela kabin pesawat dan hampir tersedot keluar, akhir pekan lalu. Kejadian ini berlangsung selama penerbangan maskapai Ryanair, kala pesawat berada di ketinggian 2.700 meter.

Insiden yang menerpa maskapai Eropa ini dilaporkan terjadi sekitar 10 menit. Kala itu penumpang awalnya mendengar "semacam ledakan".


Mengutip Reuters dan BBC International, jendela tiba-tiba lepas sesaat setelah saat pesawat rute Thessaloniki, Yunani ke Memmingen, Jerman, lepas landas. Pria nahas itu dilaporkan merupakan warga Serbia berusia 61 tahun.

Saat kejadian, seorang perempuan yang diyakini sebagai istrinya, memegangi kaki pria tersebut selama sekitar lima menit agar dia tidak tersedot keluar. Ia sendiri dilaporkan menderita luka bakar karena gesekan.

"Pesawat mendarat dengan normal dan penumpang kembali ke terminal. Seorang penumpang meminta dan menerima bantuan medis di darat di Thessaloniki," kata maskapai penerbangan hemat Irlandia itu, dikutip Selasa (14/7/2026).

"Pesawat pengganti diatur untuk membawa penumpang ke Memmingen beberapa jam kemudian," tambah maskapai lagi.

Sementara itu, para penumpang mengatakan kepada media lokal bahwa pria tersebut menggantung dengan kepala keluar jendela hingga bahunya. Tak hanya istrinya, ia beruntung karena penumpang lain berhasil menariknya kembali ke dalam.

Mereka yang berada di dalam pesawat juga mengatakan jendelanya pecah karena pecahan mesin jet. Meskipun Ryanair belum berkomentar mengenai hal ini.

"Kami segera menyadari telah terjadi dekompresi. Ada teriakan... sesaat saya mengira seseorang secara tidak sengaja membuka pintu darurat," kata seorang penumpang Christina, mengatakan kepada Radio Thessaloniki.

"Maskernya terjatuh dan tercium bau menyengat. Kepala dan bahu salah satu penumpang berada di luar jendela. Untung saja dia belum melepas sabuk pengamannya," tambahnya.

"Ketika masker oksigen diturunkan, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami tidak tahu apakah kami bisa kembali. Kami duduk di belakang pesawat, dan kami menyadari ada semacam ledakan," ujar penumpang lain bernama Sofia ke radio yang sama.

"Kami mengira pesawat itu akan jatuh. Dekompresinya ekstrem. Rasanya kami tidak bisa bernapas. Laki-laki yang terluka mengalami pendarahan dan kemudian kehilangan kesadaran beberapa kali, kemungkinan besar karena kekurangan oksigen dan syok," tambahnya.

Presiden Federasi Pegawai Rumah Sakit Umum Panhellenic, Michalis Giannakos, mengatakan pria Serbia yang terluka masih shock dan belum sadar. Operator bandara Thessaloniki, Fraport Yunani, mengatakan insiden sedang diselidiki oleh Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Kereta Api Hellenic.

Pada tahun 2018, seorang penumpang meninggal ketika puing-puing dari mesin yang rusak menyebabkan jendela penerbangan Southwest Airlines di AS pecah. Dilaporkan bagaimana badannya tersedot sebagian.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tahun Ajaran Baru, Pertamina Salurkan Ribuan Seragam Sekolah