Pertamina Punya Ladang 'Bukan Migas Biasa', Produksi Bisa 40.000 Barel

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 13:25 WIB
Foto: (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memproyeksikan produksi minyak dari sumber migas non konvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau, mampu menembus angka 40.000 hingga 50.000 barel per hari (bph) pada masa puncak (peak).

Pengembangan MNK dinilai menjadi strategi baru perusahaan untuk menjaga produksi dan ketersediaan energi dalam negeri di tengah tantangan sumur minyak yang sudah tua.

Sebagai informasi, sumur MNK yang saat ini dikembangkan oleh PHR yakni Sumur Gulamo DET-1, Blok Rokan dan Sumur Kelok DET-1, Blok Rokan.


Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Muhammad Arifin menjelaskan bahwa perusahaan kini tengah menyiapkan tahapan operasional untuk mengolah cadangan di cadangan yang baru ditemukan tersebut. Dia menyebutkan pihaknya turut menahan laju penurunan produksi alamiah pada lapangan konvensional.

"Bahkan kalau di Rokan kami pun insya Allah entering a new business di salah satu reservoir yang baru saja kita temukan yaitu kita sebut migas non konvensional. Which is ini insya Allah yang pertama di Indonesia untuk kita kembangkan demi mempertahankan kebutuhan energi nasional," ucapnya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Selasa (14/7/2026).

Potensi produksi jumbo tersebut didasarkan pada temuan sumber daya kategori 2C yang mencapai hampir 740 juta barel setara minyak dari MNK Gulamo dan Kelok. Berbeda dengan lapangan konvensional, penambangan MNK memerlukan teknologi khusus karena karakteristik minyak yang terjebak di dalam bebatuan yang lengket.

"Mudah-mudahan MNK lapangan di Rokan ini bisa berkontribusi sampai nanti peak-nya di 40 sampai 50 ribu barrel oil per day buat negara," kata Arifin.

Pada prosesnya, PHR akan memulai pengeboran sumur appraisal pertama pada Desember 2026 setelah mendapatkan persetujuan Kontrak Bagi Hasil (KBH) dari pemerintah. Jika fase penilaian tersebut berhasil, perusahaan berencana menambah 8 sumur demonstrasi pada tahun depan untuk membuktikan efektivitas teknologi multi-stage fracturing.

"Selain ngebornya lurus nanti direksional DD lalu di-fracturing di rekah reservoir-nya yang tadinya mungkin hanya sekecil ini terus kita rekah pakai pressure jadi lebih besar kita ganjal sehingga minyak-minyak yang terjebak di dalam batuan yang sangat lengket bisa kita produksikan ke atas," tandasnya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Canggih, PHR Kontrol Aktivitas Migas Lewat 1 Ruangan