Anak Buah Airlangga: IMF, ADB hingga S&P Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat

chd, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 13:30 WIB
Foto: (Tangkapan layar YouTube Ototitas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator (Menko) Perekonomian mengungkapkan kepercayaan beberapa lembaga internasional terhadap rupiah masih cukup baik, ditandai dengan proyeksi ekonomi RI yang masih bakal tumbuh 5%.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mencontohkan proyeksi ekonomi dari International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5% di 2026.


"Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, beberapa lembaga internasional masih optimis terhadap ekonomi Indonesia, seperti contoh IMF dalam publikasi terbarunya, masih mempertahankan ekonomi kita di level 5% pada 2026, pada saat di negara berkembang lainnya dipangkas," kata Ferry dalam paparannya di Risk and Government Summit Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (14/7/2026).

Selain IMF, ada juga lembaga internasional lain yakni Asian Development Bank (ADB), di mana proyeksi ekonomi RI pada 2026 masih tumbuh 5,2%.

"Yang lebih optimis lagi tentu kita bisa lihat publikasinya ADB, yang masih mempertahankan outlook ekonomi kita tetap di 5,2% pada 2026, sementara pada saat yang bersamaan ADB memproyeksikan negara-negara di kawasan Asia Tenggara itu diturunkan ke 4,6%, di bawah 5%," lanjut Ferry.

Bahkan, pihaknya juga menyinggung laporan terbaru dari pemeringkat internasional yakni S&P Global Rating yang masih mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

"Kabar dari S&P ini juga jadi sebuah momentum yang mudahnya bisa kita terus dorong untuk aspek positif dari ekonomi kita. Jadi sesuai dengan rating S&P yang kemarin, Indonesia itu masih berada di peringkat layak investasi atau investment grade," terang Ferry.

Bahkan menurutnya, outlook dari S&P lebih optimis dibandingkan dengan lembaga pemeringkat internasional lainnya seperti Moody's dan Fitch, meski secara menyeluruh, prospek investasi di Indonesia masih layak.

"Bahkan kalau kita lihat S&P itu lebih baik dari Fitch dan Moody's yang sebelumnya rilis, dengan tadi di samping peringkat sovereign rating tetap di BBB atau A-2 dengan prospek yang stabil," ujarnya.

Dengan adanya proyeksi ini, pihaknya menjelaskan bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih cukup baik di tengah ketidakpastian yang masih tinggi.

"Ini memudahkan sekali lagi mencerminkan kepercayaan yang diberikan oleh lembaga rating terhadap ketahanan ekonomi kita. Ini momentum yang kita perlu terus jaga," jelasnya.


(chd/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi RI di 5% Pada 2026