FOTO Internasional

Kacau! Pemadaman Listrik Massal Terus Terjadi, Warga Hidup Seadanya

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 05:00 WIB

Krisis listrik Kuba memaksa warga bertahan tanpa listrik lebih dari 24 jam. Banyak tidur di atap, mengandalkan generator, hingga berkumpul menonton TV di jalan.

1/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Krisis listrik yang terus memburuk di Kuba memaksa warga mencari berbagai cara untuk bertahan dari panas dan pemadaman berkepanjangan. Saat jaringan listrik nasional kembali runtuh sejak Jumat (10/7/2026), ribuan warga Havana harus menjalani lebih dari 24 jam tanpa aliran listrik, memperparah kondisi yang sudah mereka hadapi selama berbulan-bulan. (REUTERS/Norlys Perez)

2/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Dikutip Reuters Senin (13/7/2026), Frank Alfonso, 39 tahun, hampir setiap malam tidur di atap rumah untuk menghindari hawa panas akibat seringnya pemadaman listrik. Namun, hujan yang turun bersamaan dengan kolapsnya jaringan listrik pada Jumat sore membuatnya kehilangan satu-satunya tempat yang terasa lebih sejuk. Alfonso tinggal di salah satu solares, kompleks rumah susun tua di Havana yang telah dibagi menjadi unit-unit hunian kecil dan dihuni ribuan warga. (REUTERS/Norlys Perez)

3/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Selama lebih dari 24 jam pada akhir pekan, kehidupan warga berlangsung dalam kegelapan. Aktivitas sehari-hari tetap dijalankan meski tanpa listrik, kondisi yang menurut banyak warga kini telah menjadi rutinitas. Mereka menilai jaringan listrik Kuba yang telah menua memang sudah lama bermasalah, tetapi situasinya memburuk dalam beberapa bulan terakhir. (REUTERS/Norlys Perez)

4/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Warga menyebut pemadaman yang sebelumnya hanya terjadi sesekali kini berlangsung hampir tanpa henti. Kondisi itu dipicu semakin terbatasnya pasokan bahan bakar setelah blokade minyak yang diberlakukan Amerika Serikat, sehingga memperburuk krisis energi yang melanda negara tersebut. (REUTERS/Norlys Perez)

5/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Di apartemen lantai pertama gedung yang sama, Thalia Castillo, 28 tahun, berusaha menjaga kenyamanan bayi laki-lakinya yang baru berusia tiga bulan, Thayler. Ia mengandalkan kipas angin kecil bertenaga baterai untuk mengurangi hawa panas dan mengusir nyamuk saat menyusui. Keluarganya sempat menikmati listrik lebih lama berkat generator kiriman sang nenek dari Amerika Serikat, tetapi ketika bahan bakar habis, mereka kembali terdampak pemadaman. (REUTERS/Norlys Perez)

6/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Tanpa pendingin yang berfungsi, persediaan daging beku di dalam freezer mulai mencair. Castillo harus berulang kali membersihkan cairan bercampur darah yang merembes dari daging ke dalam lemari es agar bahan makanan yang tersisa tidak semakin rusak. (REUTERS/Norlys Perez)

7/7 Warga sebuah gedung apartemen, yang dikenal di Kuba sebagai

Meski listrik belum juga pulih hingga Sabtu malam (11/7/2026), sebagian warga tetap berusaha mencari hiburan. Juan Pablo Plat bersama para tetangganya menyalakan generator untuk menghidupkan televisi dan menyaksikan pertandingan perempat final sepak bola di jalan. Puluhan warga berkumpul mengelilingi layar, sementara sebagian besar lingkungan dan kawasan jalan raya pesisir Havana tetap diselimuti kegelapan, menjadi gambaran nyata krisis listrik yang masih membayangi kehidupan masyarakat Kuba. (REUTERS/Norlys Perez)

Add as a preferred
source on Google