Produsen Minyak Terbesar RI Berupaya Tekan Emisi, Begini Caranya
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus mendorong program dekarbonisasi di wilayah kerja Rokan, sebagai upaya mendukung program transisi energi menjadi energi ramah lingkungan.
Sebagai produsen minyak mentah terbesar di Indonesia, PHR mulai mengalihkan sumber energi menjadi energi bersih.
Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menegaskan pengurangan sumbangan emisi gas rumah kaca menjadi salah satu fokus perusahaan. Menurutnya, penerapan energi bersih di lapangan migas dilakukan untuk memastikan operasional tambang tetap berkelanjutan di tengah penurunan alami produksi migas.
"Yang kedua juga strategi kita adalah berkontribusi di transisi energi. Jadi kalau sempat main ke Rokan di sana kita sudah lumayan cukup banyak pasang solar cell. Jadi di sisi lain juga kita coba beberapa program untuk menurunkan CO2 emisi," jelasnya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Senin (13/7/2026).
Hal itu dilakukan melalui pemanfaatan energi surya melalui pemasangan panel surya (solar cell) di berbagai titik operasional perusahaan. Tidak lain, tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil.
"Alhamdulillah PHR Rokan di tahun 2025 itu bisa mencapai produksi 151,5 barrel oil per day which is kita ketahui bersama sebagai produser terbesar di Indonesia. Kita bisa berkontribusi 24 sampai 25 persen produksi Indonesia," kata Arifin.
Asal tahu saja, sejak 2024 lalu, PHR memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di Indonesia, untuk mendukung operasional bisnisnya. PLTS yang terbentang di area 28 hektar are dengan 64 ribu panel surya, menjadi komitmen Pertamina Group dalam mengurangi emisi dan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Pembangunan PLTS tersebut merupakan kolaborasi dari subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan subholding upstream Pertamina Hulu Energi. PLTS berkapasitas 25 Megawatt Peak (MWp) ini berada di area operasi migas PHR yang meliputi Rumbai, Duri, dan Dumai.
Pada jangka panjang, PLTS ini akan menghasilkan penurunan emisi hingga 23 ribu ton CO2 per tahun dan pengurangan pemakaian bahan bakar gas sebesar 352 jutaan metrik standar kaki kubik (MMSCF) per tahun. Penggunaan energi ramah lingkungan ini berpotensi menghasilkan efisiensi hingga US$ 4,3 juta per tahun.
(pgr/pgr) Add
source on Google