MARKET DATA

Bukan Dracin atau Drakor, AHY Ungkap Drama Kehidupan Orang Pesisir RI

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
13 July 2026 17:10
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara Dialog Kebijakan Nasional Kenaikan Muka Air Laut di Jakarta, Senin (13/7/2026). (Tangkapan layar youtube Bappenas RI)
Foto: (Tangkapan layar youtube Bappenas RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehidupan masyarakat di pesisir hari ini tidaklah mudah karena adanya ancaman dari naiknya muka laut dan penurunan permukaan tanah.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan bahwa banyak drama terjadi di wilayah pesisir, di mana ketakutan sewaktu-waktu rumahnya diterjang banjir.

"Tadi sudah menceritakan snapshot dari drama kehidupan rakyat kita. Drama yang sesungguhnya. Bukan dracin (drama China) atau drakor (drama Korea), tapi real drama. Drama kehidupan ketika ada masyarakat kita yang hidupnya selalu cemas. Membayangkan sewaktu-waktu rumahnya bisa dihantam banjir rop dan bentuk-bentuk bencana alam lain yang selalu menghantui kita," kata AHY di Bappenas, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menceritakan bagaimana masyarakat pesisir Gorontalo diliputi rasa takut jika terjadi hujan karena adanya risiko bencana alam.

"Jadi di Gorontalo ini Pak Menteri setiap ada hujan yang deras selalu ada longsor, kemudian jembatan putus, kemudian jalan-jalan yang memang rawan dengan adanya bencana," kata Idah.

"Dan hampir setiap saat Gorontalo ini selalu ada namanya gempa, tanah goyang. Kalau di Palu adalah gempa, kalau di Gorontalo dikatakan adalah tanah goyang. Nah sehingga bagi masyarakat Gorontalo pada saat terjadinya tanah goyang ini, mereka berbondong-bondong keluar dari rumah," lanjutnya.

Idah mengatakan bahwa menurut perhitungannya, pada skenario kenaikan muka air laut 1 meter, jumlah yang berdampak sekitar 3.815 individu yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Termasuk juga perempuan miskin, kelompok rentan, disabilitas anak dan lansia.

"Jika mencermati simulasi dari hasil analis saya sepakat pada skenario kenaikan muka air laut 1 meter, jumlah individu yang berdampak itu sekitar 3815 individu yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pohuwato, jadi bagian barat daripada Provinsi Gorontalo. Termasuk juga perempuan miskin, kelompok rentan, disabilitas anak dan lansia," kata Ida.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Dapat Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama


Most Popular
Features