Internasional

Trump Buka Pintu Lebar-Lebar Buat Iran Setelah Gencatan Senjata Gagal

Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 11/07/2026 06:00 WIB
Foto: Bendera Amerika yang dibakar oleh para pelayat, berkobar di dekat papan bertuliskan Presiden AS Donald Trump, saat orang-orang berkumpul pada hari prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada 28 Februari dalam serangan udara Israel dan AS, di Teheran, Iran, 6 Juli 2026. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru disepakati pada Juni lalu, resmi berakhir. Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (10/7) bahwa Iran meminta melanjutkan pembicaraan dengan AS.

AS juga disebut sudah menyetujui usulan tersebut. Pengumuman Trump ini disampaikan setelah tiga kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi ditembaki pekan ini.


Insiden itu memicu serangan balasan AS terhadap sejumlah lokasi di Iran. Pada Kamis (9/7), Iran kembali melancarkan serangan terhadap instalasi militer AS di negara-negara Timur Tengah. Tidak ada laporan mengenai serangan pada Jumat (10/7).

"Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'pembicaraan.' Kami telah menyetujuinya, namun AS telah menegaskan kepada mereka tanpa keraguan sedikit pun bahwa gencatan senjata telah BERAKHIR!" tulisnya dalam sebuah unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7/2026).

Kedua negara mencapai kesepakatan sementara bulan lalu untuk mengakhiri konflik empat bulan yang telah menewaskan ribuan orang dan menghambat pasokan energi dunia.

Para negosiator Qatar bertemu dengan para pejabat di Iran pada Jumat (10/7) untuk berupaya meredakan ketegangan pasca-insiden baku tembak, serta membahas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, ungkap sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada Reuters.

Lalu lintas harian kapal tanker di jalur perairan vital itu tampak melambat pada Jumat (10/7), setelah serangkaian serangan memicu kekhawatiran mengenai pemulihan pasokan minyak global dan aktivitas pelayaran, sekaligus menyoroti rapuhnya gencatan senjata sementara tersebut.

Menurut sumber tersebut, pembicaraan pihak Qatar di Iran bertujuan membahas pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran, serta berbagai masalah yang memicu eskalasi baru-baru ini, termasuk sengketa mengenai navigasi di selat tersebut.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa sebuah delegasi Qatar mengunjungi Iran sebagai bagian dari upaya Doha untuk memperkuat perannya sebagai mediator.

Harga minyak sedikit turun pada Jumat (10/7), namun tetap mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 5% setelah terjadinya ketegangan tersebut.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gertak "Sambal" Trump Belum Usai, Perang AS Vs Iran Berlanjut?