Jepang Beri Penghormatan Terakhir untuk Rachmat Gobel, Ungkap Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kuasa Usaha Ad Interim Jepang untuk Indonesia, Mitsuru Myochin, menyampaikan rasa terkejut dan kesedihan yang mendalam atas kabar berpulangnya Ketua Grup Kerja Sama Bilateral Parlemen Indonesia dan Parlemen Jepang DPR RI, Rachmat Gobel. Pernyataan resmi tersebut diunggah melalui akun media sosial Instagram resmi Kedutaan Besar Jepang pada hari Jumat (10/07/2026).
Pihak Kedutaan Besar Jepang menegaskan bahwa seluruh jajaran staf diplomatik tidak akan pernah melupakan dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh almarhum semasa hidupnya. Kontribusi besar Gobel dalam mempererat hubungan bilateral antara Jakarta dan Tokyo menjadi catatan sejarah yang sangat dihargai oleh pemerintah Jepang.
"Saya sangat terkejut dan sedih mendengar atas berita wafatnya Y. M. Bapak Rachmat Gobel, Ketua Grup Kerja Sama Bilateral Parlemen Indonesia dan Parlemen Jepang DPR RI," ungkap Myochin dalam pernyataan tertulisnya di Instagram jpnambsindonesia.
Di akhir pernyataan resminya, pihak perwakilan Jepang juga memanjatkan doa terbaik agar segala amal ibadah almarhum dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Mereka berharap agar seluruh anggota keluarga serta kerabat dekat yang ditinggalkan oleh almarhum senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
"Saya dan segenap staf Kedutaan Besar Jepang tidak akan pernah melupakan kerja keras yang telah dilakukan Almarhum selama bertahun-tahun untuk mempromosikan hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia," lanjut Myochin mengapresiasi jasa almarhum.
Pengusaha nasional yang juga anggota DPR RI Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026. Rencananya, Almarhum akan dimakamkan di Gorontalo, yang merupakan kampung halamannya.
Secara latar belakang, Rachmat Gobel dikenal luas sebagai seorang tokoh bisnis senior dan politisi nasional yang memiliki rekam jejak panjang dalam memperkuat diplomasi ekonomi serta kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang. Pengusaha nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan ini secara konsisten menjembatani kolaborasi sektor industri, investasi, hingga hubungan antarparlemen kedua negara, menjadikannya salah satu pilar utama penjaga keharmonisan hubungan diplomatik bilateral.
(tps/sef) Add
source on Google