Sudah Ada Investor Ngebet Garap Tol Puncak Bogor, Rute Masih Rahasia
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelanjutan proyek Tol Puncak ruas Caringin-Cisarua masih terus dimatangkan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan, pemrakarsa proyek saat ini masih melakukan asistensi dengan pemerintah untuk mengoptimalkan trase dan basic design jalan tol tersebut.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan mengatakan, pembahasan proyek Tol Puncak saat ini masih berfokus pada pencarian rute paling optimal. Hal itu dilakukan lantaran trase jalan tol di kawasan Puncak dinilai cukup rumit dan membutuhkan perencanaan matang agar biaya konstruksi tidak membengkak.
"Puncak yang Caringin-Cisarua, pemrakarsanya sudah melakukan asistensi dengan kita untuk optimasi rute-nya dan basic design-nya," kata Dedy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Dedy menjelaskan, proyek Tol Puncak ini diprakarsai badan usaha swasta. Namun, ia belum merinci konsorsium yang menggarap proyek tersebut.
Ia menuturkan, sampai saat ini belum ada kepastian kapan proyek itu bisa masuk tahap berikutnya. Dedy menyebut percepatan proyek akan sangat bergantung pada kesiapan investor dalam menuntaskan basic design dan tahapan lanjutan lainnya.
"Ya tergantung investornya kan, kalau investornya cepat, kalau nanti proses basic design-nya cepat.. kan habis basic design ada Amdal, terus nanti ada penerbitan ROW (right of way), terus lelang dulu, pembebasan lahan, dan lain-lain gitu, tergantung kesiapan badan usahanya," jelasnya.
Dedy mengatakan, hingga akhir tahun ini kemungkinan baru akan terlihat trase mana yang paling optimal untuk proyek Tol Puncak. Menurutnya, penentuan rute bukan perkara mudah karena kondisi trase menuntut pembangunan terowongan hingga struktur khusus.
"Ya mungkin baru keluar trasenya apa yang optimal, karena itu kan sangat susah ya trasenya, harus ada tunnel, harus ada struktur, nah itu kita harus optimasi biar cost-nya nggak tinggi," ucap Dedy.
Saat ditanya apakah proyek Tol Puncak bisa mulai dikebut tahun depan, Dedy belum bisa memastikan. Menurut dia, proyek itu tetap harus melalui tahapan lelang sebelum masuk ke fase lebih lanjut.
"Kan harus lelang ya," katanya.
Adapun ketika ditanya siapa badan usaha di balik proyek tersebut dan apakah terafiliasi dengan konglomerat tertentu, Dedy mengaku belum hafal detail konsorsium pemrakarsa Tol Puncak itu.
"Waduh, nggak hafal saya itu masih konsorsium ya, konsorsiumnya saya nggak hafal," pungkas dia.
(wur) Add
source on Google