Israel Respons Serangan Baru AS ke Iran, Sebut Siap Bergabung
Jakarta, CNBC Indonesia - Israel memberi respons atas serangan baru Amerika Serikat (AS) ke Iran. Hal ini dimuat laman Timur Tengah Asharq Al-Aswat, Kamis (9/7/2026).
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan tentara Zionis kini dalam keadaan siaga tinggi. Tentara juga siap untuk bergabung dalam perang bersama militer AS melawan Iran segera setelah menerima perintah dari pemerintah.
Mengutip situs berita Israel, Walla, menyebutkan persiapan sebenarnya telah dilakukan sejak hari pertama gencatan senjata. Israel sendiri, tambahnya, tidak mempercayai janji Iran dan menganggapnya sebagai manuver belaka.
"Kepemimpinan Iran, yang mabuk oleh khayalan kemenangan, tidak membuat perhitungan yang bertanggung jawab yang diperlukan oleh pemerintah mana pun sebelum berperang," ujarnya seraya mencatat bahwa Israel memperkirakan kesabaran Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran akan habis.
"Mereka bertindak arogan, seolah-olah mereka memenangkan perang, dan mencoba memeras Amerika Serikat," tegasnya.
Lebih lanjut, Walla juga mengatakan tentara Israel tetap melakukan kontak dekat dengan Komando Pusat AS, CENTCOM, untuk membahas apa yang mereka gambarkan sebagai kemungkinan besar dimulainya kembali perang. Termasuk meninjau pengalaman dua perang sebelumnya pada bulan Juni 2025 dan Februari 2026.
Ia mengatakan kedua belah pihak telah mengambil pelajaran darinya untuk meningkatkan kinerja dan mempersiapkan kumpulan target baru untuk perang ketiga yang dianggap Israel sebagai hal yang tidak dapat dihindari. Pertemuan koordinasi terbaru antara kedua komando diadakan pada akhir pekan lalu sebagai persiapan skenario berlanjutnya konfrontasi.
AS dan Iran kembali panas di Timur Tengah. Bahkan, serangan terbaru kembali terjadi, Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari.
Ini persis beberapa jam setelah Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) dengan Teheran, yang sebelumnya ditandatangani Juni, telah "berakhir". Trump, yang tengah menghadiri KTT NATO di Turki juga mengancam akan menghantam Iran dengan keras dalam gelombang serangan lainnya.
Mengutip Al-Jazeera, ledakan telah dilaporkan terjadi di kota-kota Iran di sepanjang Selat Hormuz, Termasuk Bushehr, Chabahar, Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan Pulau Abu Musa. Dilaporkan satu orang tewas di Iranshahr dan tiga tewas di Ahvaz.
Sementara itu, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim serangan terhadap "infrastruktur dan fasilitas penting" di pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. IRGC mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada fase pertama dari "respons hukuman" terhadap serangan terbaru AS terhadap Iran.
(sef/sef) Add
source on Google