Dolar Kembali Tembus Rp18.000, Purbaya: Tanya ke Bank Sentral Lah

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 08/07/2026 17:20 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan usai pelantikan tiga direktur jendral baru, Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya menegaskan masalah pergerakan nilai tukar merupakan urusan Bank Indonesia dan yakin bahwa bank sentral juga sudah mengerti kondisi dan langkah upaya menstabilkan rupiah.


"Tanyakan ke bank sentral kitalah. Saya pikir bank sentral ngerti," katanya ditemui pewarta di kawasan olah raga Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Sebagaimana diketahui, tekanan terhadap rupiah kembali terjadi pada perdagangan Rabu pagi (8/7/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menembus level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk data Refinitiv, pada pukul 10.11 WIB, rupiah melemah 0,17% ke level Rp18.000/US$ sebelum akhirnya nilai tukar rupiah berakhir di zona merah dengan terkoreksi 0,11% ke level Rp17.990/US$.

Pergerakan rupiah sepanjang hari masih dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global.

Meski DXY terpantau melemah pada sore ini, indeks dolar AS sempat bertahan di zona penguatan sejak penutupan perdagangan kemarin hingga pembukaan perdagangan pagi tadi.

Dinamika ini terjadi akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan balasan ke Iran pada Rabu dini hari waktu setempat, menyusul laporan serangan terhadap sejumlah tanker yang melintasi Selat Hormuz.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Luhut Cs Ingatkan Prabowo Soal Risiko Harga Naik Imbas Dolar Rp18.000