Investor Berdatangan ke RI, 6 KEK Baru Segera Dibuka

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 08/07/2026 09:40 WIB
Foto: Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso saat Konferensi Pers Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TW II 2025 di Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengupayakan pembukaan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru, yang saat ini menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar regulasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, sekaligus menjelaskan bahwa tiap KEK harus memiliki satu PP tersendiri sebagai landasan hukum dalam operasional.


"Ada enam KEK yang masih menunggu persetujuan PP-nya, karena satu KEK harus satu PP," ujar Susiwijono yang akrab dipanggil Susi, kepada pewarta di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (6/7/2026).

Susiwijono turut membeberkan bahwa minat investor untuk berinvestasi di Kawasan ekonomi Khusus (KEK) sangat besar hingga minta perluasan di kawasan yang sudah ada.

Perluasan investasi yang masuk sangat besar," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, Susi mengungkapkan mengungkapkan bahwa investor asing mengajukan penambahan lahan di tiga KEK tersebut untuk investasi.

"KEK manufaktur terbesar Itu mulai Gresik, kemudian Kendal, dan Galang Batang yang di Bintan. Itu tiga-tiganya itu mengajukan perluasan lahan, kawasan perluasan. Kenapa? Karena investasi yang ada itu sudah penuh dan yang mau datang investor asing itu ngantri," ucapnya saat ditemui pewarta di Kantor Kemenko Ekonomi, dikutip Senin (6/7/2026).

Susi mengatakan bahwa potensi dari dari perluasan di tiga KEK tersebut bisa mencapai Rp557 triliun.

"Tadi pagi saya diskusi dengan teman-teman potensi untuk masuk tambahannya yang asing yang mau masuk Di tiga KEK saja kita hitung sekitar Rp557 triliun. Ultimate ya, tidak dalam waktu segera," ucapnya.

Susi mengatakan bahwa investor asing meminta perluasan lahan KEK sebanyak dua kali lipat dari yang sudah ada untuk kepentingan investasi.

Misalnya Gresik diminta untuk perluasan kira-kira 1.200 hektare lagi. Kemudian juga di Kendal juga meminta tambah 1.000 hektare dan Galang Batang di Bintan meminta tambahan 2.600 hektare.

Susi mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih memiliki kepercayaan untuk investasi di Indonesia.

"Kalau ditanya, apakah investor asing masih percaya dengan Indonesia Membawa investasi. Nah ini faktanya tiga KEK terbesar manufaktur Mengajukan perluasan lahan rata-rata dua kali lipatnya lagi," imbuhnya.

Meskipun demikian, Susi juga menambahkan bahwa perkembangan KEK di luar Pulau Jawa juga tak kalah pesat hingga diburu investor.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: INNOPROM 2026, Kemenperin Pamerkan Mamin - Tekstil Unggulan RI