Relawan di Tainan, Taiwan, melindungi migrasi kepiting bakau ke laut dengan menutup jalan dan membangun jalur khusus, sehingga populasinya terus meningkat.
Sekelompok relawan di pesisir Tainan, Taiwan selatan, membantu melindungi kepiting darat bakau yang bermigrasi menuju laut untuk bertelur. Mereka memantau populasi, mengumpulkan data penelitian, serta menutup jalan selama puncak musim migrasi guna mengurangi kematian akibat tabrakan kendaraan. (REUTERS/Ann Wang)
Kepiting darat bakau merupakan spesies kepiting darat terbesar di Taiwan, dengan populasi terbesar berada di Taman Nasional Taijiang. Berdasarkan penelitian, kepiting harus menyeberangi jalan dan tanggul pantai beton sebelum mencapai laut, sehingga perjalanan mereka penuh risiko. Untuk meningkatkan peluang hidup kepiting betina pembawa telur, para relawan juga mengembangkan berbagai solusi kreatif, termasuk membangun jembatan bambu kecil agar kepiting lebih mudah melewati aliran air menuju laut. (REUTERS/Ann Wang)
Salah seorang relawan, Chen Kuo-chung (61), mengatakan kecintaannya terhadap kepiting berawal sejak kecil ketika sering bermain di hutan bakau. Kini, ia memanfaatkan keterampilan membuat kerajinan untuk membantu memperlancar migrasi kepiting betina yang membawa telur. Pihak Taman Nasional Taijiang juga menerapkan penutupan jalan musiman dan pengaturan lalu lintas di jalur utama migrasi. Langkah tersebut dinilai efektif mengurangi kematian kepiting akibat kendaraan. (REUTERS/Ann Wang)
Direktur Taman Nasional Taijiang, Chen Jun-shan, mengatakan jumlah kepiting yang teramati meningkat dari lebih dari 5.000 ekor per tahun pada tahun-tahun sebelumnya menjadi lebih dari 10.000 ekor pada tahun lalu. Menurutnya, kepiting berperan penting menjaga ekosistem dengan menguraikan serasah daun dan mengembalikan nutrisi ke tanah. (REUTERS/Ann Wang)
Melalui program relawan, edukasi lingkungan, dan pelibatan masyarakat, Taman Nasional Taijiang berharap semakin banyak pihak ikut menjaga ekosistem lahan basah serta keanekaragaman hayati, sehingga migrasi kepiting dapat berlangsung lebih aman setiap tahunnya. (REUTERS/Ann Wang)