Bos BI Ungkap Dana Asing Masuk US$ 7,98 M di Kuartal II

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 14:36 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan arus modal asing mulai masuk ke sistem keuangan Indonesia pada kuartal II-2026. Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).

Menurut Perry, jika pada kuartal I-2026, BI mencatat arus keluar atau outflow mencapai US$ 1,47 miliar dengan rincian outflow di pasar saham US$ 1,67 miliar dan SBN US$ 1,46 miliar, sementara Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatat inflow US$ 1,78 miliar.


"Tapi di triwulan II ini sudah kembali inflow US$ 7,98 miliar, SRBI inflow US$ 8,48 miliar, SBN inflow US$ 1,78 miliar dan sahamnya masih outflow US$ 2,3 miliar," kata Perry.

Inflow ini, kata Perry, berhasil menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil dan juga menopang stabilitas ekonomi serta membantu fiskal. Untuk terus menarik inflow, maka suku bunga SBN harus naik.

Merespons hal ini, Perry berjanji untuk memberikan remunerasi dari BI ke pemerintah terhadap setiap saldo rekening pemerintah di bank sentral selama ini.

"Yang selama ini kami kasih remunerasi 80% dari BI Rate akan kami tingkatkan BI Rate plus sekian untuk mengkompensasi berapa kenaikan beban bunga karena suku bunga SBN harus naik," paparnya.

Perry berjanji semua kenaikan tingkat suku bunga akan ditanggung BI dan sejalan dengan itu, BI akan meningkatkan remunerasi pemerintah.

"Jadi win win solution. Inflownya masih masuk, rupiahnya stabil, beban bunganya akan kami kembalikan, kami pastikan sehingga pemerintah tidak lagi..break even point lah," tegasnya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Deretan Mata Uang Terlemah Di Dunia Sepanjang Semester I 2026