MARKET DATA

Kirgizstan Tawarkan Gerbang Usaha Menuju Eurasia via Tamchy SFIT

Bul,  CNBC Indonesia
06 July 2026 18:49
Tamchy
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Kirgizstan secara resmi meluncurkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT), yang ditujukan untuk menarik investasi dari kawasan. Inisiatif tersebut tentu menjadi sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang hendak memperluas ekspansi bisnis di luar kawasan ASEAN.

Proyek ini, yang telah menarik partisipasi sejumlah perusahaan besar dari Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Swiss, dan Kazakhstan, dirancang untuk menjadi pusat penyaluran investasi dari Asia dan Timur Tengah ke pasar-pasar berkembang di Asia Tengah serta kawasan Eurasia secara keseluruhan. Bagi perusahaan multinasional Indonesia, sektor teknologi finansial (fintech), maupun industri halal, inisiatif ini membuka peluang untuk memperoleh akses langsung dan aman ke kawasan dengan populasi lebih dari 2 miliar jiwa.

Peresmian Tamchy SFIT yang berlokasi di tepi Danau Issyk-Kul dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah serta delegasi internasional. Acara tersebut ditandai dengan aktivasi geotag simbolis yang menandai lahirnya pusat investasi dan keuangan internasional baru.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Tamchy SFIT, Presiden Kirgizstan, Sadyr Japarov menegaskan prinsip-prinsip utama yang menjadi fondasi yurisdiksi internasional baru tersebut.

"Perubahan dalam ekonomi global mendorong kebutuhan akan pusat-pusat baru aktivitas bisnis yang mengedepankan standar internasional, kebebasan berinovasi, serta kepastian bagi investasi jangka panjang. Kirgizstan siap menjadi salah satu pusat tersebut. Kami mengadopsi praktik-praktik terbaik dunia untuk membangun sebuah pusat keuangan dari nol, dengan pengadilan independen, regulator modern, serta aturan yang tidak berubah mengikuti tren sesaat," ujarnya.

TamchyFoto: dok Istimewa

Mengadopsi hukum Inggris

Salah satu faktor utama yang menentukan kepercayaan investor asing terhadap sebuah pusat keuangan baru adalah kepastian hukum. Kerangka hukum Tamchy SFIT diatur melalui undang-undang khusus dan sepenuhnya mengacu pada prinsip-prinsip English Common Law atau hukum umum Inggris. Sistem ini telah lama dikenal oleh sektor swasta Indonesia karena banyak digunakan dalam penyusunan transaksi bisnis internasional.

Selain memiliki pengadilan independen dan regulator keuangan tersendiri, Tamchy juga menawarkan berbagai insentif perpajakan bagi para perusahaan penghuni, termasuk pembebasan pajak hingga 49 tahun, dengan tarif 0 persen untuk pajak penghasilan badan, dividen, keuntungan modal (capital gains), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Mengingat jarak yang cukup jauh antara Jakarta dan Bishkek, pemerintah Kirgizstan juga menjadikan seluruh yurisdiksi Tamchy berbasis digital. Seluruh proses, mulai dari pendirian perusahaan hingga pengelolaan operasional sehari-hari dan pelaporan, dapat dilakukan secara daring tanpa memerlukan kehadiran fisik.

Diperkuat panorama Pegunungan Tian Shan

Berbeda dengan kota-kota metropolitan Asia yang padat, Tamchy menawarkan konsep yang berbeda, yaitu menggabungkan kegiatan bisnis global dengan lingkungan alam yang masih asri.

Kawasan ini tengah mengembangkan infrastruktur kelas dunia yang memungkinkan para perusahaan penghuni menjalankan operasional dari ruang perkantoran premium, sekaligus menikmati kualitas hidup di kawasan Danau Issyk-Kul yang terkenal, dengan latar belakang Pegunungan Tian Shan.

"Pusat-pusat keuangan kelas dunia dibangun dengan memahami kebutuhan investor dan pelaku usaha internasional. Tamchy SFIT menawarkan semua itu, yaitu sebuah platform yang terpercaya, fleksibel, dan siap mendukung investasi bagi perusahaan yang mengincar pertumbuhan berkelanjutan," sebut Wakil Ketua Pertama Dewan Pengelola Tamchy SFIT, Ali Ijaz Ahmad.

Perusahaan-perusahaan global mulai bergabung

Minat dunia usaha terhadap Tamchy SFIT mulai terlihat dari masuknya sejumlah perusahaan internasional sebagai penghuni pertama. Salah satunya adalah Serim, sebuah perusahaan induk asal Korea Selatan.

Chief Executive Officer (CEO) Serim, Seo Dong Hyun menjelaskan alasan perusahaannya memilih Tamchy SFIT.

"Selama tiga puluh tahun berinvestasi di sektor semikonduktor, teknologi tinggi, dan energi, saya menyimpulkan bahwa kepastian hukum dan kepercayaan terhadap sistem regulasi merupakan fondasi utama investasi jangka panjang. Tamchy SFIT dibangun berdasarkan prinsip-prinsip tersebut. Proyek ambisius ini berhasil diwujudkan hanya dalam waktu 12 bulan, lebih cepat dibandingkan yurisdiksi lain yang saya kenal. Hari ini saya mendaftarkan perusahaan induk keluarga saya di sini. Bagi saya, ini adalah investasi untuk generasi mendatang, bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Pemerintah Kirgizstan menargetkan dapat menarik sekitar 4.000 perusahaan penghuni ke Tamchy SFIT pada tahun 2035, dengan tujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai jembatan utama investasi dan keuangan yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Proyek IKN Gas Terus! Detik-Detik Groundbreaking Smart City Rp115 M


Most Popular
Features