Bahlil Ungkap Harga CNG 3 Kg Lebih Murah Ketimbang LPG, berapa?

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 18:30 WIB
Foto: ilustrasi CNG Merah Putih 3kg (Edward Ricardo/ CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg diproyeksikan akan lebih murah dibandingkan LPG 3 kg.

Menurut Bahlil, apabila penggunaan CNG dapat menggantikan sebagian konsumsi LPG bersubsidi, maka pemerintah berpotensi menghemat anggaran subsidi energi.

"Yang jelas harganya lebih murah 30% sampai 40% daripada LPG. Kalau 30% sampai 40% sekarang subsidi kita berapa? Rp86-90 triliun. Kali rata-ratalah kalau katakanlah 25%, kali 30%, berarti kan Rp27-30 triliun bisa kita lakukan efisiensi. Ini kan bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi gitu lho," ujar Bahlil di Istana, Senin (6/7/2026).


Meski demikian, ia menegaskan seluruh rencana tersebut masih bergantung pada hasil uji coba tahap ketiga. Adapun, pemerintah saat ini masih melakukan uji coba tahap ketiga untuk tabung CNG 3 kg sebelum dipasarkan secara luas.

"Kalau uji coba tahap ketiganya Insya Allah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena apa? Karena tabung tiga kilonya itu kan tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati," kata Bahlil.

Menurut dia, uji coba ditargetkan selesai pada Juli 2026. Setelah hasil evaluasi selesai, maka pemerintah akan mengumumkan langkah selanjutnya. "Ya, kita doakanlah lebih cepat lebih baik," kata Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan distribusi CNG 3 kg akan menggunakan mekanisme yang sama dengan LPG agar lebih mudah diterapkan di masyarakat.

"Di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG," jelas Laode beberapa waktu lalu, dikutip Senin (29/6/2026).

Laode menjelaskan, masyarakat nantinya tidak perlu membeli tabung CNG. Pemerintah akan menerapkan sistem tukar isi gas, sementara kepemilikan tabung tetap berada di tangan badan usaha penyedia.

"Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tegasnya.

Untuk tahap awal implementasi, pemerintah memutuskan mengimpor tabung CNG dari China. Langkah tersebut diambil karena teknologi pembuatan tabung bertekanan tinggi yang dibutuhkan belum diproduksi secara massal di dalam negeri.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: CNG 3 Kg Masuk Uji Coba Tahap ke-3