Internasional

Jet Tempur Rusia Tiba-Tiba Dekati Kapal Induk Inggris, Lempar Ini

tps, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 07:30 WIB
Foto: Dua pesawat pengebom strategis Rusia telah melakukan penerbangan rutin di atas Laut Norwegia dan Laut Barents di lepas pantai utara Norwegia. (Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas militer Inggris melaporkan bahwa kapal induk mereka yang sedang bertugas di Laut Norwegia didekati secara berulang kali oleh pesawat patroli maritim milik Rusia. Insiden berbahaya ini memaksa armada Inggris mengerahkan dua jet tempur canggih guna mengawal dan mengusir pesawat Rusia tersebut keluar dari wilayah operasional.

Mengutip laporan Reuters, Senin (06/07/2026), insiden provokatif yang disebut Inggris sebagai tindakan "tidak aman dan tidak profesional" ini terjadi pada Kamis (02/07/2026) lalu. Pesawat patroli maritim Rusia berjenis "Bear-F" dilaporkan terbang dengan ketinggian rendah dan melintas dalam jarak yang sangat dekat dengan kapal induk HMS Prince of Wales.


Kapal induk HMS Prince of Wales sendiri saat ini sedang berada di pusat formasi tempur laut yang dikenal sebagai gugus tempur kapal induk (carrier strike group). Selama bermanuver di dekat kapal induk Inggris tersebut, pesawat tempur Moskow juga menjatuhkan sejumlah besar alat pelacak bawah air.

"Pesawat Bear-F... menjatuhkan sejumlah besar sonobuoy (pelampung sonar) dalam jarak yang sangat dekat dengan kapal induk," ungkap Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan resminya terkait perangkat elektronik yang biasa digunakan untuk mendeteksi serta melacak keberadaan kapal selam tersebut.

Merespons tindakan provokasi yang dinilai mengancam itu, komando kapal induk HMS Prince of Wales langsung menerbangkan dua jet tempur siluman F-35 ke udara. Kedua jet tempur tersebut melakukan intersepsi ketat dan terus mengawal pesawat militer Rusia itu hingga benar-benar dipastikan pergi meninggalkan area pelayaran Inggris.

Saat ini, gugus tempur kapal induk Inggris memang sedang dikerahkan di bawah komando langsung aliansi NATO di wilayah Utara Jauh (High North). Pengerahan armada tempur secara masif ini merupakan bagian dari upaya Barat untuk memperkuat keamanan Atlantik Utara di tengah kekhawatiran atas meningkatnya agresi militer Rusia di kawasan tersebut.

Ketegangan di wilayah perairan ini dilaporkan terus meroket dan berisiko memicu eskalasi militer yang jauh lebih luas antara blok NATO dan Rusia. Apalagi, insiden pengadangan udara ini pecah menjelang pertemuan puncak KTT NATO di Ankara pada hari Selasa besok, di mana para anggota aliansi bersiap menjanjikan bantuan militer sebesar €70 miliar untuk Ukraina sepanjang tahun 2026.

Pada awal tahun ini, Inggris bahkan juga sempat mengerahkan kapal-kapal militer mereka untuk mencegah potensi serangan sabotase terhadap kabel bawah laut dan pipa energi strategis oleh kapal selam Rusia. Kewaspadaan tinggi ini diterapkan setelah sejumlah kapal selam Rusia kedapatan menghabiskan waktu lebih dari sebulan di dalam dan di sekitar perairan teritorial Inggris.

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada hari Senin ini, Kementerian Pertahanan Inggris menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Dan Jarvis baru saja melakukan kunjungan kerja draf resmi. Jarvis mengunjungi langsung pasukan militer Inggris yang draf bertugas di atas kapal induk HMS Prince of Wales saat berlayar di perairan dekat Islandia.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Turki-Arab Saudi Siap Bentuk NATO Versi Negara Mayoritas Muslim