MARKET DATA

Anggaran Bangun 100 Sekolah Rakyat Tahun Depan Capai Rp26,3 Triliun

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
06 July 2026 14:50
Suasan sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Suasan sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan sebagian besar anggaran 2027 untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan.

"Pembangunan Sekolah Rakyat tahap 3 dialokasikan sebesar Rp26,301 triliun untuk pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat dan sebagian uang muka Sekolah Rakyat tahap 4," kata Pelaksana Tugas Dirjen Prasarana Strategis Kuswarda dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Senin (6/7/2026).

Selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp2,5 triliun untuk revitalisasi sekolah keagamaan serta anggaran rehabilitasi pascabencana di Sumatera. Ketiga program tersebut menjadi fokus utama penggunaan pagu indikatif Direktorat Jenderal Prasarana Strategis tahun depan.

"Program sekolah keagamaan memperoleh alokasi Rp2,5 triliun untuk revitalisasi sekitar 471 unit sekolah keagamaan tahap 3. Sementara penanganan pascabencana memperoleh alokasi Rp1,156 triliun," sebut Kuswarda.

Sekolah RakyatSekolah Rakyat Foto: dok Istimewa

Selain mendukung pendidikan, anggaran juga digunakan menyelesaikan sejumlah proyek lanjutan seperti perguruan tinggi, rumah sakit, pasar, stadion, tempat ibadah, kawasan cagar budaya, hingga shelter tsunami.

"Melalui pelaksanaan ketiga program tersebut, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mendukung upaya percepatan pelaksanaan prioritas nasional sekaligus meningkatkan akses layanan dasar dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana," ujarnya.

Meski demikian, kebutuhan anggaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebenarnya mencapai Rp50,876 triliun sehingga masih terdapat selisih yang belum terpenuhi dibanding pagu indikatif yang diterima.

"Kebutuhan anggaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebesar Rp50,876 triliun dengan pagu indikatif sebesar Rp31,533 triliun atau sekitar 62% dari kebutuhan anggaran," kata Kuswarda.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Alasan Pemerintahan Prabowo Bangun Sekolah Rakyat Ala Boarding School


Most Popular
Features