Bos PLN Beberkan Strategi Bangun 100 GW PLTS

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Jumat, 03/07/2026 17:35 WIB
Foto: Foto tampak udara PLTS Terapung Cirata 192 MWp yang berada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. PLN tengah melakukan kajian bersama Masdar untuk potensi ekspansi pembangkit ramah lingkungan tersebut. (Dok. PT PLN (Persero))

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan upaya perusahaan dalam mencapai target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 100 Giga Watt (GW) yang telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto.

Strategi yang dilakukan di antaranya dengan memanfaatkan lahan milik negara secara masif, memanfaatkan waduk, serta penggunaan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) guna menjamin keandalan sistem nasional.

Darmawan menegaskan bahwa ketersediaan lahan yang difasilitasi oleh pemerintah menjadi kunci dalam menekan biaya pokok produksi listrik agar tetap kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.


"Ini program yang berjalan crash program berjalan dengan cepat di mana di sini bukan hanya PLTS tetapi juga PLTS menggunakan Battery Energy Storage System (BESS). Khusus untuk program ini, karena tanah sudah disediakan oleh pemerintah dan juga menggunakan waduk-waduk tentu saja ini menjadikan program PLTS menjadi sangat kompetitif secara keekonomian," kata Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam pemetaan PLN, pembangunan PLTS sangat sensitif terhadap harga lahan, di mana kenaikan harga tanah dari Rp 200 ribu menjadi Rp 600 ribu per meter dapat mengerek tarif listrik hingga 3 sen per kilo Watt hour (kWh).

Sebagai antisipasi, terdapat usulan terkait pemanfaatan lahan seluas 28.000 hektare (Ha), di mana sekitar 8,5 GWp siap dikembangkan di Pulau Jawa setelah diselaraskan dengan peta jaringan transmisi eksisting.

"Ditambah juga ada pembangunan PLTS dengan BESS di waduk-waduk yaitu sebesar 10.000 hektar. Ini hanya di pulau Jawa saja artinya menambah 10 Giga Watt peak. Kemudian khusus ini kami juga membangun PLTS plus BESS, baik itu di Pulau Bali maupun di Pulau Madura," paparnya.

Untuk tahap pertama dari mega proyek tersebut, PLN menargetkan kapasitas sebesar 27,4 GWp yang dikombinasikan dengan penyimpanan baterai sebesar 82,5 GWh. Penambahan kapasitas tersebut direncanakan terealisasi secara bertahap, yakni sebesar 4,6 GW pada 2027, 4,4 GW pada 2028, dan ditargetkan mencapai akumulasi tambahan 19,1 GW hingga tahun 2030.

Di tahun 2028, perusahaan berencana membangun proyek BESS + PLTS terapung memanfaatkan waduk negara hingga 3,1 GW.

Dalam paparan PLN, tahun 2027 mendatang perusahaan akan melakukan pemanfaatan BESS dari kelebihan energi pada sistem sebesar 1,3 GW.

Adapun program BESS + PLTS RUPTL di sistem Jawa sebesar 2,8 GW. Ada pula BESS + PLTS Eliminasi BBM di sistem Bali sebesar 0,3 GW. Ditambah, proyek BESS + PLTS Eliminasi BBM di sistem Madura sebesar 0,2 GW.

Selain itu, pada program Fat Burning yang dicanangkan di Bali juga menargetkan pengurangan ketergantungan bahan bakar minyak (BBM) sebagai bahan bakar pembangkit hingga 586 ribu kilo liter (kl). Hal itu bisa dicapai melalui pemasangan 3.000 MWh BESS dan 1.400 MWp PLTS. program itu membutuhkan lahan hingga 1.40 hektar.

"Strategi ini akan memfasilitasi bukan hanya penguatan daya listrik di pulau Jawa tapi juga meningkatkan keandalannya dan ini juga mengurangi konsumsi BBM yang berbasis pada impor menggantikannya dengan energi yang berbasis pada domestik," paparnya.

Perusahaan juga menginisiasi pengembangan green corridor dengan memasang panel surya di sepanjang 802 km jalan tol milik Jasa Marga serta melakukan pemetaan konversi energi pada 741 lokasi PLTU diesel di seluruh Indonesia.

Langkah integrasi hulu ke hilir itu diproyeksikan tidak hanya memperkuat kedaulatan energi nasional, tetapi juga mempercepat pencapaian target emisi nol bersih.

"Pembangunan PLTS 100 Gigawatt arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu program andalan agar swasembada energi dan menurunkan biaya pokok produksi dari kelistrikan ini bisa terlaksana dengan baik," tandasnya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dirut PLN Sebut Sistem Kelistrikan Pulau Jawa Mulai Membaik