Internasional

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar 6 Hari, Jutaan Orang Hadir

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 03/07/2026 16:00 WIB
Foto: (Office of the Iranian Supreme Leader via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran akan menggelar prosesi pemakaman besar-besaran untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei selama enam hari, mulai Sabtu hingga Kamis pekan depan. Rangkaian upacara akan berlangsung di sejumlah kota di Iran, sebelum ditutup dengan pemakaman di Mashhad, kota kelahiran Khamenei.

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan menghadiri prosesi tersebut. Sebagian rangkaian upacara juga akan digelar di dua kota suci Syiah di Irak, yakni Karbala dan Najaf, sehingga menjadikannya salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah Republik Islam.

Wakil Presiden Pertama Iran sekaligus ketua penyelenggara pemakaman, Mohammad Reza Aref, menyebut prosesi tersebut sebagai "peristiwa terpenting abad ini" dan memperkirakan akan menjadi acara dengan jumlah peserta terbesar sejak Revolusi Iran 1979. Menurutnya, pemakaman ini bukan sekadar penghormatan terakhir, tetapi juga simbol persatuan nasional dan ketahanan Iran di tengah tekanan dari luar negeri.


Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari lalu. Pemakaman yang semula dijadwalkan pada awal Maret terpaksa ditunda akibat perang. Kini, peti jenazahnya akan disemayamkan di Masjid Agung Mosalla, Teheran, sebelum diarak menuju Qom, Karbala, Najaf, dan berakhir di Mashhad, kota kelahirannya, untuk dimakamkan pada Kamis.

Pemerintah Iran menyebut skala pemakaman sengaja dirancang untuk mengirimkan pesan politik dan keagamaan kepada dunia.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, "Kita harus bangkit dan menyampaikan seruan bangsa kepada dunia agar dunia tahu bangsa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi penindasan." Ia juga menyebut rakyat Iran akan menunjukkan kesetiaan mereka kepada pemimpin tertinggi melalui prosesi tersebut.

Prosesi utama dijadwalkan berlangsung pada Senin dengan rute sepanjang sekitar 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi di Teheran. Wali Kota Teheran Alireza Zakani memperkirakan sekitar 20 juta orang akan menghadiri acara tersebut, atau sekitar seperlima dari total populasi Iran yang mencapai 90 juta jiwa.

Selain di Iran, jenazah Khamenei juga akan dibawa ke dua kota suci Syiah di Irak, yakni Karbala dan Najaf, atas permintaan sejumlah tokoh politik Irak. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan telah berkunjung ke kedua kota itu untuk membahas persiapan prosesi yang dimaksudkan menegaskan posisi Khamenei sebagai pemimpin spiritual umat Syiah.

Iran juga menjadwalkan upacara khusus bagi tamu asing pada Jumat. Sekretaris Komite Pemakaman Nasional Ali Akbar Pourjamshidian mengatakan sekitar 30 negara diperkirakan mengirimkan perwakilan. Namun, tidak ada pemimpin dari Eropa maupun AS yang diundang menghadiri acara tersebut.

Rangkaian pemakaman berlangsung di tengah gencatan senjata selama 60 hari antara Iran dan AS. Pemerintah berharap prosesi tersebut dapat memperlihatkan persatuan rakyat Iran di belakang kepemimpinan negara sekaligus memperkuat posisi Teheran dalam perundingan dengan Washington.

Meski demikian, aparat keamanan disiagakan penuh selama prosesi berlangsung. Pemerintah menutup kantor-kantor di Teheran selama tiga hari, membatasi lalu lintas, menutup wilayah udara ibu kota pada hari prosesi utama, serta mengerahkan jet tempur untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan di tengah berkumpulnya jutaan pelayat.


(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: PM Pakistan Bakal Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei