MARKET DATA
Internasional

Bom Tiba-Tiba Meledak di Dekat Gedung MA: 9 Tewas-Banjir Darah

tps,  CNBC Indonesia
03 July 2026 14:04
Sebuah truk tangki bahan bakar terbakar saat melintas di pusat kota Hasakah, timur laut Suriah, pada Kamis (16/4), memicu kepanikan di kawasan padat aktivitas tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Foto: Suriah (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah ledakan bom dilaporkan mengguncang sebuah kafe yang sedang ramai pengunjung, dekat Mahkamah Agung (MA), di pusat kota Damaskus, Suriah, Kamis. Kementerian Kesehatan Suriah mengonfirmasi bahwa insiden berdarah tersebut menewaskan sedikitnya sembilan orang dan menyebabkan 20 orang lainnya luka-luka.

Mengutip laporan Al Jazeera, Jumat (3/7/2026) ledakan bom tersebut terjadi pada pukul 15.24 waktu setempat di Jalan al-Nasser, distrik al-Marjah. Lokasi ledakan tersebut diketahui berada sangat dekat dengan Istana Keadilan (Palace of Justice), yang menjadi gedung MA negeri itu.

Media pemerintah Suriah melaporkan kehancuran berskala besar dipicu oleh sebuah perangkat ledak instan. Sementara itu, rekaman video dari tempat kejadian memperlihatkan kerusakan parah dengan ceceran darah yang memenuhi lantai kafe.

"Bercak darah ada di mana-mana di atas tanah. Kementerian Dalam Negeri sedang mencoba mengumpulkan bukti untuk melihat siapa yang bertanggung jawab," tambah Al-Jazeera.

Pihak keamanan Suriah langsung bergerak cepat memasang garis pembatas di sekitar lokasi kejadian karena mengkhawatirkan adanya potensi ledakan susulan. Hingga saat ini, otoritas keamanan belum mengumpulkan cukup bukti untuk mengidentifikasi pelaku utama di balik teror ini.

Meski begitu, aparat penegak hukum dilaporkan tengah gencar melacak keberadaan "sleeper cells" yang terus beroperasi di dalam negeri demi merongrong stabilitas pemerintahan baru Suriah. Ini merujuk ke kelompok agen atau anggota jaringan yang beroperasi secara tersembunyi tanpa aktivitas mencolok, lalu diaktifkan untuk menjalankan misi tertentu terkait terorisme atau spionase.

Persidangan Kroni Basyar al-Assad

Saat pemboman terjadi, kawasan di sekitar lokasi kejadian terpantau sangat padat oleh aktivitas warga yang menghadiri persidangan di Istana Keadilan. Gedung MA tersebut, sedang menggelar persidangan penting bagi para pejabat teras dari mantan pemerintahan Basyar al-Assad, termasuk mantan mufti agung Suriah, Ahmad Badr al-Aldin Hassoun.

Gubernur Damaskus Maher Marwan menyatakan bahwa meskipun situasi keamanan di ibu kota telah menunjukkan tren membaik dalam beberapa bulan terakhir, negara tetap membutuhkan waktu ekstra untuk bisa menjamin "stabilitas total secara menyeluruh". Marwan menegaskan pihak pemerintah tidak akan tinggal diam atas aksi terorisme yang mengorbankan nyawa warga sipil ini.

"Semakin Suriah mencapai stabilitas, semakin banyak pula mereka yang ingin merusaknya," tegas Marwan kepada para wartawan di dekat lokasi ledakan.

"Jam-jam mendatang akan mengungkap segalanya dan mereka yang menumpahkan darah warga Suriah akan membayar mahal, tetapi Suriah akan baik-baik saja selama kita menjadi satu kesatuan dan ini tidak akan menggoyahkan negara Suriah," tambahnya.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Surga Orang Kaya Diguncang Bom, Taipan Ini Jadi Korban


Most Popular
Features