Cerita Ida: Uang Rp1,54 M Terendam Banjir, BI Turun Tangan

chd, CNBC Indonesia
Jumat, 03/07/2026 12:18 WIB
Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal

Jakarta, CNBC Indonesia - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal melayani penukaran uang rupiah rusak milik seorang warga Kabupaten Batang yang terdampak banjir rob.

Total uang tersebut mencapai Rp 1,54 miliar. Uang tersebut merupakan milik Ibu Ida Murlija, warga Batang, yang mengalami kerusakan akibat rumahnya terendam air rob.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal Bimala mengatakan Ida melakukan penukaran melakukan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR pada laman https://pintar.bi.go.id.

"Total uang yang diajukan untuk ditukarkan diklaim mencapai sekitar Rp1,54 miliar," kata Bimala, dalam siaran pers, Jumat (3/6/202).

Selanjutnya, petugas BI melakukan penelitian secara menyeluruh terhadap setiap lembar uang untuk memastikan keaslian serta menentukan nilai penggantian sesuai ketentuan yang berlaku.

"Dari hasil penelitian tersebut, uang yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh penggantian tercatat sebesar Rp1,51 miliar dan telah diganti dengan uang Rupiah layak edar," kata Bimala.

Bimala menyampaikan bahwa layanan penukaran uang Rupiah rusak merupakan salah satu bentuk pelayanan Bank Indonesia kepada masyarakat yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis melalui pemesanan terlebih dahulu pada aplikasi PINTAR.

Bimala menambahkan, tidak seluruh uang rusak dapat langsung diganti.

"Penggantian hanya diberikan untuk uang Rupiah asli dan memenuhi persyaratan, antara lain kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri-ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar uang yang sama," katanya.

Bimala menegaskan BI mengimbau masyarakat untuk menyimpan uang Rupiah dan dokumen berharga di tempat yang aman guna meminimalkan risiko kerusakan akibat banjir, kebakaran, maupun bencana lainnya.

Selain itu, jelasnya, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan perbankan sebagai sarana penyimpanan dana yang lebih aman dan terlindungi, serta semakin mengoptimalkan penggunaan instrumen pembayaran non-tunai, seperti transfer bank, uang elektronik, dan QRIS, sebagai alternatif pembayaran yang cepat, mudah, aman, dan andal.

"Layanan penukaran uang Rupiah rusak tersedia secara terbuka, mudah diakses, dan tidak dipungut biaya sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku," katanya.

Melalui layanan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami hak dan tata cara penukaran uang Rupiah rusak serta semakin peduli untuk menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Breaking! Palu Diguncang Gempa Magnitudo 6,7