FOTO Internasional

Potret Kyiv Luluh Lantak Diamuk Putin! Diserbu 570 Drone-Rudal Rusia

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 03/07/2026 05:00 WIB

Serangan udara besar Rusia kembali mengguncang Kyiv. Tim penyelamat masih mencari korban di reruntuhan

1/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Ledakan besar menerangi langit malam Kyiv, Ukraina, saat Rusia melancarkan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak pada Kamis (2/7/2026). Gempuran tersebut kembali menghantam ibu kota Ukraina dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan di berbagai lokasi untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun puing-puing.(REUTERS/Anna Voitenko)

2/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Operasi pencarian dan penyelamatan difokuskan di sebuah gedung apartemen di tepi kiri Kyiv yang sebagian ambruk akibat serangan. Petugas darurat, paramedis, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban serta mencari warga yang masih dinyatakan hilang. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

3/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Pejabat Ukraina melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan tersebut. Namun, dalam perkembangan terbaru, jumlah korban tewas disebut meningkat menjadi sedikitnya 17 orang seiring berlanjutnya proses evakuasi. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

4/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan 74 rudal dan 496 drone dalam salah satu serangan terbesar sejak perang berlangsung. Sistem pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar proyektil tersebut, tetapi 25 rudal balistik dan 12 drone tetap menghantam 33 lokasi di berbagai wilayah, termasuk Kyiv. (REUTERS/Stringer)

5/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mempersingkat kunjungannya ke Dublin pada Rabu (1/7) malam setelah memperingatkan warganya mengenai potensi serangan besar yang akan datang. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

6/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram menyatakan pihaknya melancarkan "serangan besar-besaran" menggunakan senjata presisi jarak jauh yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut, serta drone. Moskow mengklaim sasaran serangan adalah fasilitas militer, infrastruktur energi, dan bandara di Kyiv serta sejumlah lokasi lainnya. (REUTERS/Alina Smutko)

7/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Warga berdiri di tepi kawah yang terbentuk akibat serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia semalaman. Selain menghantam kawasan permukiman, gempuran tersebut juga merusak Palladin Institute of Biochemistry, salah satu pusat riset biokimia terkemuka di Ukraina. Sebagian kompleks institut dilalap api, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran yang terjadi. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

8/8 Sebuah ledakan menerangi langit di atas kota selama serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 2 Juli 2026. (REUTERS/Anna Voitenko)

Memasuki tahun kelima perang, Rusia terus meningkatkan intensitas serangan rudal dan drone, terutama terhadap Kyiv. Di sisi lain, Ukraina juga memperluas serangan drone ke sektor energi Rusia yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia. (REUTERS/Alina Smutko)

Add as a preferred
source on Google