Video

Video: Selat Hormuz Memanas & Rupiah Melemah, Industri Plastik Teriak

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Kamis, 02/07/2026 09:26 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Industri plastik nasional menghadapi sejumlah tantangan di tengah gejolak ekonomi dan ketidakpastian global. Ketua Umum Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), Henry Chevalier mengatakan industri plastik dalam keadaan wait and see mengingat sektor ini sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku hingga kepastian hukum.

Aphindo mengatakan terdapat kebijakan pemerintah yang tidak bersahabat dengan industri plastik terkait bea masuk impor bahan baku plastik yang membutuhkan insentif seiring dengan lonjakan harga dan gangguan logistik bahan baku impor termasuk nafta.

Industri hilir plastik tidak lepas dari kondisi sektor hulu sehingga saat industri petrokimia masih menghadapi tantangan utilisasi maka bahan baku industri hilir harus didapat dari impor. Di tengah kondisi ini dan pelemahan nilai tukar Rupiah, maka kenaikan harga bahan baku dan kelangkaan bahan baku industri hilir plastik menjadi tantangan.

Di sisi lain, serbuan produk jadi plastik impor juga menjadi tantangan bagi daya saing bagi produk dalam negeri utamanya seperti produk wrapping pack yang saat ini hampir 40% impor serta karung plastik beras dan semen.

Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), Henry Chevalierdalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Rabu, 01/07/2026)

Add as a preferred
source on Google