Amran Potong Tukin Pejabat Kementan 30% untuk Menolong Peternak Ayam
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai langkah untuk menahan kejatuhan harga telur ayam di tingkat peternak, yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu langkah yang diambil, yakni memotong tunjangan kinerja (tukin) pejabat eselon I sebesar 30%, untuk membeli telur dan daging ayam dari peternak rakyat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sebagai bentuk keberpihakan kepada peternak.
"Bapak Menteri Pertanian juga memerintahkan jajaran eselon I (Kementan) secara keseluruhan, untuk memotong tunjangan kinerjanya sebesar 30%, untuk menyerap telur dan daging ayam dari peternak rakyat, dan akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat di Jabodetabek, di bawah koordinasi masing-masing eselon I, termasuk di dinas peternakan seluruh Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota," kata Agung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan, jajaran Kementan diminta menyisihkan sebagian tunjangan tersebut untuk membeli langsung hasil produksi peternak rakyat.
"Kami diminta untuk melakukan penyisihan, untuk menyerap telur dan daging ayam langsung dari peternak rakyat," ujarnya.
Selain itu, Kementan juga terus mendorong peternak, khususnya peternak telur, agar memperpendek rantai distribusi dengan menjual langsung kepada konsumen akhir, atau tidak melalui tengkulak (middleman).
"Kemudian juga, kami terus mendorong agar para peternak rakyat, terutama telur, menjual telurnya langsung ke end user. Ini dilakukan teman-teman di Jawa Timur, Jawa Tengah, karena saat ini BUMN pangan kita belum bisa melakukan atau membantu distribusi dari pulau Jawa ke luar Jawa," jelas dia.
Menurut Agung, anjloknya harga telur saat ini terutama terjadi di Pulau Jawa. Sementara di sejumlah wilayah lain, harga masih relatif tinggi.
"Sebetulnya harga jatuh ini kan hanya di pulau Jawa. Kemarin kami lihat di Gorontalo harga telur masih Rp30.000 per kg. Begitupun di Maluku dan Papua," katanya.
Karena itu, Kementan meminta dukungan Komisi IV DPR RI agar BUMN pangan dapat ikut membantu penyerapan sekaligus distribusi telur dari Jawa ke daerah lain.
"Nah mohon juga Komisi IV DPR RI, agar peran BUMN pangan kita bisa membantu melakukan penyerapan dan distribusi telur dari pulau jawa ke luar pulau," ujar Agung.
Sementara untuk komoditas ayam broiler, Agung optimistis harga di tingkat peternak mulai membaik pada pertengahan Juli.
"Khusus untuk ayam broiler, InsyaAllah tanggal 15 Juli harga minimal Rp19.500 per kg all size. Ini harapannya. Kalau yang di bawah 2 kg itu bisa sesuai dengan harga acuan," tuturnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi, menjelaskan anjloknya konsumsi telur dipicu oleh sejumlah faktor musiman yang terjadi secara beruntun, mulai dari Idul Adha, Tahun Baru Islam 1 Suro hingga libur panjang sekolah.
"Waktu Idul Adha itu kan banyak qurban sapi dan kambing, itu (terjadi) penurunan konsumsi telur. Habis Idul Adha itu 1 Suro, orang hajatan jarang kalau di Jawa, sehingga telur juga berkurang konsumsinya. Habis itu liburan anak sekolah sebulan," kata Suwandi dalam kesempatan yang sama.
Untuk mengerek kembali permintaan, Mentan Amran telah mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar frekuensi konsumsi telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali dalam sepekan.
"Bapak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) sudah bersurat ke Kepala BGN untuk menambah hari, dari sehari menjadi 3 hari makan telur dalam seminggu, dengan BGN itu. Tapi pas sekarang libur sebulan, jadi setelah masuk (sekolah) akan naik lagi," ujarnya.
Tak hanya itu, Amran juga telah berkirim surat kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita agar investasi perusahaan besar di sektor peternakan ayam diperketat demi melindungi peternak rakyat.
"Tapi di luar itu juga Bapak Menteri sudah bersurat ke Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) supaya industri besar jangan masuk investor ke peternakan ayam. banyak upayalah," pungkas dia.
(wur) Add
source on Google