Prabowo Puji Polri Aktif Bangun 1.000 Dapur MBG

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 01/07/2026 09:38 WIB
Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sekarang ikut aktif terlibat dalam upaya ketahanan pangan rakyat.

Selama ini, menurutnya, Polri tidak hanya memberantas kejahatan. Polri selalu berada di garis depan apabila masyarakat mengalami bencana. Bahkan, Polri terus membantu menjaga stabilitas harga-harga di Republik Indonesia.


"Tokoh-tokoh kepolisian aktif di semua sektor kenegaraan. Polri membantu secara aktif dan menentukan dalam mendukung program-program strategis seperti program makan bergizi gratis. Polri hadir di desa-desa, Polri hadir di perbatasan," katanya dalam upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026, di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

Prabowo mengaku melihat sendiri bagaimana program ketahanan pangan Polri sangat membantu ketahanan pangan nasional, khususnya di bidang produksi jagung.

"Saya melihat sendiri Polri membangun gudang-gudang pangan yang sangat dibutuhkan, gudang-gudang dengan kualitas yang sangat baik. Polri juga ikut aktif membangun lebih dari 1000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis)," katanya.

Dia pun mengaku tidak ragu-ragu menyampaikan bukti kinerja Polri dalam mendukung program MBG. Menurutnya, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik.

"Dan ini bukan kata saya, banyak pengamat, banyak peninjau dari lembaga-lembaga dunia yang datang ke Indonesia melihat dapur-dapur tersebut, dan di antaranya sebagian besar yang dilihat dapur-dapur dari Polri," ungkapnya.

Tidak hanya soal ketahanan pangan Polri juga terus membangun sumur bor air, jembatan-jembatan, dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Atas kinerja ini, Prabowo menekankan bahwa keamanan tidak hanya berarti tidak ada kejahatan. Aspek keamanan, katanya, cukup luas, termasuk keamanan dalam belajar dan bekerja bagi masyarakat Indonesia.

"Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, pengusaha berani investasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dalam suasana yang rukun, dalam suasana penuh toleransi," tegasnya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Breaking! Palu Diguncang Gempa Magnitudo 6,7