RI dan Sekutu Dekat Rusia Teken 17 MOU, Bidik Investasi Rp 8,94 T

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 18:30 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Update CNBC Indonesia, Senin (29/06/2026). (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan ekonomi Indonesia dan Belarusia memasuki babak baru. Dalam Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching di Jakarta, sebanyak 17 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) diteken oleh pelaku usaha dari kedua negara sebagai langkah memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, hingga transfer teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan forum tersebut menjadi tindak lanjut dari Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi Bilateral yang digelar pada Mei lalu di Belarusia. "Mari kita melangkah maju untuk mengimplementasikan nota kesepahaman (MOU) yang telah ditandatangani," ujar Airlangga di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Airlangga mengungkapkan nilai perdagangan Indonesia-Belarusia saat ini mencapai sekitar US$220 juta atau sekitar Rp3,94 triliun (kurs Rp17.899/US$). Menurutnya, angka tersebut terus meningkat seiring proses penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU).


Pemerintah berharap ratifikasi perjanjian tersebut segera rampung. Sehingga lebih dari 90% produk Indonesia dapat menikmati fasilitas bea masuk nol persen ke pasar EAEU, termasuk Belarusia.

"Kami berharap penandatanganan EAEU ini segera diratifikasi. Presiden telah menyiapkan surat ke DPR. Dengan demikian, lebih dari 90% produk Indonesia dapat masuk ke pasar EAEU dengan bea masuk nol persen, begitu pula sebaliknya," kata Airlangga.

Ia menilai struktur ekonomi kedua negara saling melengkapi. Belarusia memiliki keunggulan pada industri rekayasa (engineering), alat berat, serta pupuk kalium (potas), sementara Indonesia tengah mempercepat hilirisasi industri, termasuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Pemerintah pun mendorong kolaborasi elektrifikasi alat berat pertambangan Belarusia menggunakan baterai berbasis nikel dari Indonesia, sekaligus membuka peluang pengembangan bus listrik untuk pasar domestik.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor ketahanan pangan. Airlangga mengungkapkan PT Pupuk Indonesia tengah melakukan uji tuntas atau due diligence terkait potensi partisipasi dalam pengembangan tambang potas di Belarusia untuk memperkuat pasokan bahan baku pupuk nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Perdana Menteri (PM) Belarusia Viktor Karankievich mengatakan negaranya ingin memperluas kerja sama tidak hanya di sektor industri dan pertanian, tetapi juga kesehatan, pendidikan, serta pertukaran budaya. "Kami telah menandatangani sejumlah dokumen yang akan memberikan dorongan bagi penguatan ikatan ekonomi bilateral," ujarnya.

Belarusia juga ingin meningkatkan impor produk Indonesia, mulai dari karet, produk farmasi, makanan laut, kakao, hingga kopi. Negara sekutu dekat Rusia di Eropa itu menilai kualitas produk Indonesia sangat baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) James T. Riady menilai kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka pasar-pasar baru bagi Indonesia. Menurutnya, Belarusia memiliki keunggulan teknologi dan manufaktur yang dapat dipadukan dengan potensi pasar serta sumber daya Indonesia.

Ia bahkan mendorong perusahaan Belarusia tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar ekspor. Tetapi juga membangun pabrik, melakukan transfer teknologi, dan bermitra dengan perusahaan lokal.

Di sisi lain, pemerintah pun memasang target ambisius dari penguatan hubungan ekonomi tersebut. Airlangga mengatakan nilai investasi hasil kerja sama Indonesia-Belarusia diharapkan dapat mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun dalam waktu dekat, seiring implementasi 17 nota kesepahaman (MOU) dan percepatan ratifikasi perjanjian dagang Indonesia-EAEU.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Manfaatkan Momentum, Airlangga Ajak Pengusaha Ekspansi di RI