Dukung Program Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Andalkan Jurus 7T

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 15:51 WIB
Foto: CNBC INDONESIA

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus berupaya mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi demi mendorong program swasembada pangan. Salah satunya lewat Perpres No.6/2025 tentang tata Kelola pupuk bersubsidi dan meningkatkan akses petani terhadap pupuk.

PT Pupuk Indonesia sebagai kepanjangan tangan pemerintah pun telah bertranformasi dan berkomitmen memastikan petani memperoleh pupuk dengan tepat jumlah, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat harga, dan tepat sasaran (7T).

Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid mengatakan, Prinsip 7T ini sangat penting karena pemupukan yang tepat dan berimbang berkontribusi lebih dari 60% produktivitas pertanian.


"Sehingga melalui Perpres 6/2025 dan Perpres 113/2025 bertanggung jawab menyalurkan pupuk subsidi sampai kepada titik serah I lebih dari 26 ribu titik di seluruh Indonesia," jelas dia dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Selasa, 30/06/2026).

Menurutnya dampaknya sangat terasa bagi petani, bahkan sejak 1 Januari 2026 pupuk sudah tersebar dan bisa ditebus petani. Selain itu, soal ketersediaan saat ini pupuk tidak tertumpuk di pabrik namun tersebar di seluruh kios di Indonesia.

"Kebijakan sangat berpihak pada petani dan nelayan, karena sekarang sektor perikanan juga mendapatkan pupuk bersubsidi,"rinci dia.

Untuk diketahui, transformasi pupuk ini mempercepat penyaluran pupuk yang tersedia di 26 ribu kios dengan serap pupuk naik 13% (yoy) di 2025 yang berimbas pada kenaikan produksi jagung dan padi sebesar pada kisaran 11%-13%. Per 28 Juni 2026, penyaluran pupuk sudah mencapai 30% dibandingkan tahun lalu.

"Memang untuk mencapai swasembada padi dan beras, banyak pihak yang memberikan sumbangsih, kami hanya salah satu diantaranya. Namun pupuk krusial karena dia merupakan faktor input produksi dengan kontribusi 62% dari produksi pertanian. Kebijakan sangat tepat, kami hanya harus amanah harga Indonesia bisa jadi lumbung pangan dalam waktu yang tidak terlalu lama," pungkas dia.

Sebagai informasi 4,8 juta ton Pupuk Indonesia sudah diserap petani. Namun ke depan masih ada yang harus diantisipasi, yaitu faktor cuaca apalagi di beberapa negara dampak El Nino sudah terasa. Adapun ke depan, Pupuk Indonesia dan stakeholder pertanian diharapkan bisa menangani El Nino agar target serapan pupuk bisa tercapai.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Salurkan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran ke 14 Juta Petani