MARKET DATA

Indonesia Financial Centre Bakal Jadi KEK Baru di Bali

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
30 June 2026 17:25
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Update CNBC Indonesia, Senin (29/06/2026). (CNBC Indonesia TV)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Update CNBC Indonesia, Senin (29/06/2026). (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mempercepat pembentukan Indonesia Financial Centre (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang akan berlokasi di Bali.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan payung hukum berupa undang-undang sebagai dasar operasional kawasan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan regulasi PFII sedang dibahas bersama DPR RI dan diharapkan dapat segera rampung.

"Kita sedang berdiskusi dengan parlemen harapannya tidak terlalu lama lah kita bahas undang-undang ini," katanya kepada CNBC Indonesia dalam Economic Update 2026, dikutip Selasa (30/6/2026).

Adapun IFC tersebut akan ditempatkan di Bali yang juga nantinya akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yang berdiri sendiri dan tidak menyatu dengan KEK yang sudah ada, yakni KEK Kura-Kura Bali dan KEK Sanur.

"Jadi tentu dari segi lokasi dari pemerintah melihat dan sesuai arahan Bapak Presiden, Bali dijadikan wilayah untuk special economic zone daripada financial center tersebut," ujar Airlangga.

"Tidak dua-duanya tetapi ada sebuah lokasi baru untuk financial center."

Sebelumnya, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa PFII ini dirancang dengan regulasi kompetitif yang menawarkan insentif pajak yang sangat menarik, dengan potensi hingga 0%, mirip dengan pusat finansial global seperti Dubai atau Singapura.

Bahkan, Airlangga memperkirakan dengan adanya PFII, maka nilai investasi yang masuk ke Indonesia dapat naik lebih tinggi.

"Kalau kita sekarang dengan tradisional investasi kan satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura mereka bisa menarik investasi terkait dengan financial center mereka naiknya berkali-kali lipat. Begitu juga di Dubai, investasinya per tahun bisa mencapai US$800 miliar," ungkapnya saat ditemui pewarta di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (24/6/2026).

Hingga kuartal I-2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Sedangkan di KEK Sanur, secara kumulatif hingga kuartal I-2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang, serta kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang.

(ras/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siapkan RUU Financial Center, Airlangga Konsultasi ke Mahkamah Agung


Most Popular
Features