Economic Update

Video: Efek Nyata BPOM Raih Status WLA, RI Ekspor Vaksin ke 150 Negara

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 09:27 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Sepanjang paruh pertama tahun 2026, BPOM berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang membanggakan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar menyebutkan BPOM berhasil meraih status WHO Listed Authority (WLA) yang menunjukkan bahwa BPOM berhasil mencapai Maturity Level-4 di semua aspek sebagai bentuk pengakuan tertinggi bagi regulator obat dan vaksin dunia.

BPOM mendapat pengakuan dari dunia internasional seperti dari United States Pharmacopeia (USP). Indonesia sebagai satu-satunya negara berkembang berhasil masuk 10 WLA sehingga memperkuat posisi Indonesia di dunia obat dan vaksin global sekaligus dapat memberi dampak layanan pengawasan obat dan makanan hingga memberi peluang menarik investasi ke Indonesia.

Status WLA ini membuat produksi vaksin RI menjadi buruan banyak negara hingga mencapai 150 negara. Contohnya Pakistan yang mengambil 1,5 Miliar dosis vaksin anak dan ibu hamil dari Indonesia dari sebelumnya berasal dari India bahkan beragam obat produk Indonesia juga masuk ke Uni Eropa.

ke Depan, BPOM mempersiapkan kebijakan baru terkait penilaian bagi produk terapi advanced (Advanced Therapy Medicinal Products atau ATMP) sehingga diharapkan dapat meningkatkan standarisasi obat Indonesia yang diakui dunia.

BPOM juga tengah mendorong perbaikan tata Kelola peredaran obat bebas terbatas yang dikeluarkan melalui Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 ditujukan untuk memperkuat sistem pengawasan pengelolaan dan bahan obat hingga proses distribusi dan penjualan obat sesuai standar dan dalam pengawasan tenaga kefarmasian.

BPOM akan bekerjasama dengan minimarket hingga Koperasi Desa Merah Putih dalam distribusi dan penjualan obat bebas maupun obat bebas terbatas.

Selengkapnya simak dialog Mercy Widjaja dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrardalam Economic Update, CNBC Indonesia (Senin, 29/06/2026)

Add as a preferred
source on Google