MARKET DATA
Internasional

Penembakan Massal Landa Panti Remaja Raksasa Eropa, 6 Orang Tewas

tps,  CNBC Indonesia
30 June 2026 08:05
Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)
Foto: Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi penembakan massal yang mengerikan mengguncang sebuah fasilitas kesejahteraan pemuda di kota Stade, Jerman utara, Senin (29/06/2026), menyebabkan empat wanita dan dua pria tewas seketika serta beberapa orang lainnya luka-luka. Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi lima orang tewas di lokasi kejadian, sementara korban keenam mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Mengutip laporan CNN, seluruh korban tewas merupakan orang dewasa yang bekerja sebagai karyawan di fasilitas tersebut, bukan dari kalangan remaja yang tinggal di sana. Pelaku penyerangan brutal yang diidentifikasi sebagai pria warga negara Turki berusia 45 tahun kelahiran Jerman langsung diringkus aparat kepolisian sesaat setelah melancarkan aksinya.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif penembakan ini diduga kuat dipicu oleh konflik internal keluarga terkait perebutan hak asuh anak. Pelaku diketahui melepaskan tembakan secara membabi buta saat mendatangi kantor panti sosial tersebut untuk menghadiri agenda pertemuan dengan para staf.

"Dia memiliki janji temu di fasilitas kesejahteraan pemuda dengan berbagai anggota staf terkait hak asuh putrinya yang berusia tiga bulan," jelas pihak kepolisian dalam rilis resminya pada Senin malam.

Saat penembakan pecah, bayi perempuan pelaku bersama ibu kandungnya yang berusia 34 tahun diketahui berada di lokasi kejadian. Pasca-insiden, sang anak langsung diamankan di bawah pengawasan ketat kantor kesejahteraan pemuda, sementara sang ibu masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak berwenang. Selain menahan pelaku utama, polisi juga menangkap seorang wanita berusia 65 tahun yang diduga kuat bertindak sebagai pengemudi kendaraan pelarian dan memiliki hubungan dekat dengan keluarga tersebut.

Aparat keamanan memastikan area penembakan telah disterilkan dan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat umum, meskipun warga tetap diimbau untuk menjauhi lokasi demi kelancaran olah tempat kejadian perkara (TKP). Atas tragedi berdarah ini, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Kanselir Friedrich Merz kompak menyampaikan rasa duka cita mendalam bagi keluarga korban sekaligus mengapresiasi gerak cepat tim darurat di lapangan.

Rasa simpati juga datang dari anggota dewan lokal, Carsten Brokelmann, yang merasa lega karena lokasi penembakan berada sangat dekat dengan fasilitas penitipan anak dan sekolah dasar yang dikelola kota.

"Kami lega bahwa staf kami dan anak-anak di pusat penitipan anak serta sekolah dasar semuanya aman dan sehat... Pada saat yang sama, simpati terdalam kami sampaikan kepada para korban dari tindakan mengerikan ini dan keluarga mereka," tutur Brokelmann dalam pernyataan resminya.

Guna mencegah disinformasi yang meluas, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan rumor tidak sah yang beredar di jagat maya karena dapat menghambat jalannya investigasi. Kota Stade sendiri, yang terletak sekitar 45 kilometer di sebelah barat Hamburg, merupakan kota bersejarah yang dihuni sekitar 50.000 penduduk dan dikenal sangat aman dari kriminalitas bersenjata.

Insiden penembakan massal tergolong sangat langka terjadi di Jerman karena negara berpenduduk 83 juta jiwa ini menerapkan undang-undang kepemilikan senjata yang sangat ketat. Berdasarkan draf aturan hukum federal, setiap warga negara wajib memiliki lisensi khusus, lulus ujian kompetensi, mengikuti pelatihan ketat, serta membuktikan urgensi yang sah sebelum diizinkan memiliki senjata api, di mana data pemerintah mencatat hanya ada sekitar 929.000 orang yang memiliki senjata secara legal di negara tersebut.

(tps/tps) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking: Penembakan Guncang Masjid San Diego AS, 3 Tewas


Most Popular
Features