Bahlil Beberkan Alasan Harga Gas Industri Sampai di Atas US$20/MMBTU

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 13:35 WIB
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sin Po TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga gas hulu yakni Liquefied Natural Gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per MMBTU dari yang sebelumnya US$ 20 - US$ 23 per MMBTU.

Dibalik itu, Bahlil menjelaskan alasan kenapa harga gas industri itu bisa tinggi hingga mencapai US$ 23 per MMBTU.

Pada dasarnya, kata Bahlil, harga gas bumi tertentu (HGBT) masih tetap US$ 6,5 - US$ 7 per MMBTU. Bahkan harga gas pipa untuk industri juga masih dikisaran US$ 9,6 per MMBTU.


Namun yang terjadi saat ini dan menjadi keluhan adalah karena industri harus membeli sebagian gasnya melalui LNG akibat dari penurunan produksi dari kilang-kilang yang ada di Jawa Barat yang mengcover bagian Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

"Maka yang terjadi adalah (industri) mempergunakan LNG. LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah luar Jawa lainnya kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu US$ 20 sampai dengan US$ 23 per MMBTU,"

Atas dasar itu, kata Bahlil, industri meminta pemerintah untuk turun tangan. Dan atas arahan Presiden RI Prabowo, supaya industri dan lapangan kerja tetap terjaga, maka pemerintah menurunkan harga gas hulu yang berasal dari LNG turun menjadi US$ 13 per MMBTU.

"Dan kami sudah lapor ke bapak Presiden (Prabowo Subianto) diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU," tegas Bahlil.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Sampaikan Perintah Prabowo Soal Harga Gas Industri