6 Photos
Potret Warga Lanjutkan Demo Besar-besaran, Presiden Putuskan Mundur
Ribuan warga kembali berunjuk rasa di Serbia meski Presiden Vučić berjanji mundur. Demonstran menuntut perubahan dan khawatir ia tetap mempertahankan kekuasaan.
Ribuan demonstran kembali turun ke jalan di Kota Kraljevo, Serbia, pada Minggu (29/6/2026), untuk mempertahankan tekanan terhadap Presiden Aleksandar Vučić. Aksi tersebut berlangsung sehari setelah Vučić menyatakan akan mengundurkan diri dalam beberapa pekan guna membuka jalan bagi pemilihan presiden dan parlemen lebih awal. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)
Sejumlah analis menilai ia berpotensi mencalonkan diri sebagai perdana menteri sambil menempatkan sekutunya di kursi presiden, sehingga tetap dapat mempertahankan kendali pemerintahan. "Saya tidak dapat membayangkan bahwa ia akan mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada orang lain," kata Marko Djokic, seorang ahli teknologi informasi berusia 41 tahun yang pulang ke kampung halamannya untuk mengikuti demonstrasi. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)
Vučić, yang telah memimpin Serbia sebagai perdana menteri maupun presiden selama 12 tahun terakhir, menghadapi gelombang demonstrasi yang dipimpin mahasiswa sejak berbulan-bulan lalu. Aksi tersebut dipicu runtuhnya kanopi beton di stasiun kereta api di Novi Sad pada akhir 2024 yang menewaskan 16 orang. Tragedi itu kemudian menjadi simbol dugaan buruknya tata kelola pemerintahan dan korupsi di bawah kepemimpinan Vučić, tuduhan yang berulang kali dibantahnya. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)
Pada aksi di Kraljevo, ribuan warga tetap berkumpul meski cuaca sangat panas. Mereka membawa bendera Serbia dan spanduk bertuliskan "Mahasiswa menang" sambil berunjuk rasa secara damai. "Kita tidak bisa terus seperti ini, keadaan harus berubah," ujar Ilija Cordasic, peserta aksi yang datang dari Kota Zrenjanin. Sementara itu, profesor bahasa Serbia, Jelena Danicic, menyebut perjuangan tersebut bukan sekadar persoalan politik, melainkan "pertarungan antara kebaikan dan kejahatan." (REUTERS/Djordje Kojadinovic)
Uni Eropa mengecam kekerasan terhadap demonstran damai dan menyoroti kebebasan pers serta independensi peradilan di Serbia. Sebagai calon anggota Uni Eropa, Serbia harus memperkuat supremasi hukum, menjamin pemilu yang bebas dan adil, memberantas korupsi, menyelaraskan kebijakan luar negeri, serta menormalisasi hubungan dengan Kosovo. (REUTERS Zorana Jevtic)
source on Google