Siasati Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Atasi Tantangan Bisnis
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memacu pertumbuhan kinerja melalui transformasi bisnis yang dimulai sejak 1 Juli 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi tantangan industri semen nasional yang dihadapkan pada overcapacity (kelebihan kapasitas) dan pertumbuhan industri semen yang stagnan.
"Transformasi ini kami lakukan untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan," ungkap Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia, Rabu (10/6/2026).
Indrieffouny menjelaskan transformasi bisnis ini memiliki tiga strategi utama yang dimulai dengan meningkatkan operational excellence untuk efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan fokus pada penjualan ritel sebagai kontributor utama pendapatan Perusahaan sebesar 70%, hingga memperluas pasar melalui ekspor dan kehadiran beragam produk derivatif antara lain beton siap pakai dan solusi konstruksi terintegrasi.
"Dengan tiga strategi itu, kami bisa meningkatkan penjualan dan pendapatan, sambil memastikan efisiensi untuk meningkatkan profitabilitas" terang dia.
Peningkatan kinerja SIG pun tercapai seiring dengan komitmen BP BUMN dan Danantara transformasi agar transformasi BUMN berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. Volume penjualan SIG tumbuh sebesar 1,7% pada kuartal I-2026 dengan kontribusi terbesar dari pasar domestik sebanyak 5,4% year-on-year (yoy). Utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11% yoy.
Secara finansial terjadi peningkatan pendapatan sebesar 8,3% yoy menjadi Rp 8,3 triliun. Dari sisi market share juga terdapat peningkatan sebesar 0,2% dari sebelumnya 46,1% menjadi 46,3%.
"Penerapan cost leadership yang disiplin memberikan kontribusi berupa kenaikan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 88% atau Rp 80 miliar," ungkap dia.
Lebih lanjut, tantangan overcapacity semen dalam negeri juga membuat SIG mencari peluang perluasan pasar luar negeri seperti Afrika hingga Amerika. "Di samping yang sudah eksisting, yaitu Bangladesh, Taiwan, Filipina, Australia," jelas dia.
Selain itu, SIG juga menyasar peluang dari pasar Eropa. Menurut Indrieffouny, Eropa memiliki kebutuhan semen yang besar. Di mana pada 2025 kebutuhan semen tercatat sekitar 327 juta ton dan pada 2034 diperkirakan mencapai 436 juta ton.
"Ini adalah peluang yang cukup besar bagi SIG, karena memang ada peningkatan aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, program investasi oleh pemerintah Eropa, dan lain-lain," terang dia.
(rah/rah) Add
source on Google