Menhub Pastikan Stasiun Gambir Layani KRL, Mau Tambah Lintasan
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi memastikan Stasiun Gambir ke depan tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga akan menjadi stasiun yang melayani KRL Commuter Line. Langkah ini menjadi bagian dari proyek beautifikasi Stasiun Gambir yang ditargetkan rampung dalam dua tahun.
Menurut Dudy, proyek tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan Stasiun Gambir tampil sebagai wajah baru layanan perkeretaapian nasional. Nantinya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi leading sector dalam pelaksanaan proyek tersebut.
"Beautifikasi Stasiun Gambir. Itu Bapak Presiden berharap bahwa kita bisa melakukan beautifikasi terhadap Stasiun Gambir, nanti leading sector-nya adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI). Di mana nantinya diharapkan, dengan penampilan terbaru Gambir, itu akan menjadi semacam etalase atau wajah baru dari pelayanan perkeretaapian kita," kata Dudy dalam media briefing di Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, perubahan terbesar adalah penggabungan layanan kereta jarak jauh dengan KRL di Stasiun Gambir. Namun, jumlah perjalanan KRL yang akan berhenti di stasiun tersebut masih akan dikaji lebih lanjut.
"Nanti Gambir juga yang selama ini melayani kereta jarak jauh akan dikombinasikan dengan layanan KRL. Mengenai berapa jumlah KRL, nanti kita akan melihat kondisinya. Namun, dipastikan layanan Gambir akan melayani kereta jarak jauh maupun kereta listrik atau KRL," ujarnya.
Dudy mengatakan, integrasi tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antarmoda sehingga memudahkan masyarakat berpindah dari KRL ke kereta api jarak jauh maupun sebaliknya.
"Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat dengan konektivitas. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh. Jadi konektivitas yang ingin kita jadikan Gambir sebagai etalase konektivitas," tutur dia.
Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah juga akan menambah jumlah jalur kereta di Stasiun Gambir.
"Yang pasti ada penambahan jumlah track untuk menampung kereta jarak jauh dan juga KRL," ucap Dudy.
Saat ini, lanjutnya, PT KAI tengah menyelesaikan tahap akhir perencanaan dan desain proyek beautifikasi tersebut. Pemerintah menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun.
"Sekarang ini PT KAI sedang finalisasi perencanaannya, desainnya. Dan seperti disampaikan Direktur Utama KAI, targetnya dua tahun penyelesaiannya. Kita pastikan finalisasinya dilakukan," ujarnya.
Senada, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Allan Tandiono menyampaikan, proses penyusunan desain masih terus dimatangkan oleh PT KAI.
"Terkait beautifikasi Gambir, sekarang ini PT KAI sedang finalisasi perencanaannya, desainnya, dan seperti disampaikan oleh Dirut KAI, targetnya dua tahun penyelesaiannya," kata Allan.
(dce) Add
source on Google