Economic Update

Video: Jaga Daya Beli, Pemerintah Guyur Subsidi Transportasi - Kedelai

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 09:39 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketidakpastian disebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto sebagai 'head wind" bagi perekonomian global termasuk Indonesia. Di masa ini, Indonesia masih mampu menjaga daya tahan dan stabilitas yang tercermin dari inflasi yang terjaga di 3% pada April 2026 serta Indeks Keyakinan Konsumen di atas 100.

Neraca perdagangan masih surplus dan PMI manufaktur relatif baik di 50 dan cadangan devisa sekitar USD 144 Miliar. Pemerintah juga meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa di atas 5% ditopang kuatnya konsumsi domestik dan investasi yang sesuai target serta belanja pemerintah.

Jika pada Kuartal I-2026, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong daya beli dan aktivitas ekonomi dan di semester II, momentum anak libur sekolah digelontorkan diskon transportasi dan insentif kegiatan Nataru sehingga bisa konsumsi tetap tinggi.

Pemerintah juga memastikan bantalan ekonomi tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan beras kepada 32,4 juta penduduk dilanjutkan 3 bulan, begitu pula dengan subsidi kedelai untuk menjaga daya beli industri tahu-tempe serta program magang bagi fresh graduate selama 6 bulan.

Airlangga menyebutkan subsidi BBM juga menjadi upaya pemerintah menjaga inflasi imbas kenaikan harga minyak mentah global. Selain itu pemerintah membebaskan bea impor untuk LPG sebagai pengganti Nafta dan produk plastik di industri petrokimia selama 6 bulan.

Seperti apa perkembangan ekonomi & strategi pemerintah menjaga ekonomi hadapi gejolak global? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dalam Economic Update CNBC Indonesia (Senin, 29/06/2026)

Add as a preferred
source on Google