Suhu Panas Bak Neraka di Eropa: Cuaca Tembus 40C - Ribuan Orang Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas ekstrem yang telah memicu kematian massal di Eropa Barat dilaporkan kian meluas ke arah Timur. Negara-negara seperti Jerman, Ceko, Polandia, dan Hungaria mencatatkan rekor suhu tertinggi dalam sejarah hingga menembus di atas 40 derajat Celsius pada hari Minggu, (28/06/2026).
Mengutip laporan Guardian, Senin (29/06/2026), cuaca ekstrem ini membuat lebih dari 191 juta orang di seantero Eropa terpaksa bertahan di bawah sengatan suhu 35 derajat Celsius atau lebih. Lonjakan suhu yang mematikan ini memicu kebakaran hutan hebat, ledakan amunisi sisa Perang Dunia Kedua di Traisen, serta pemadaman listrik massal yang melumpuhkan puluhan ribu rumah akibat badai petir susulan.
Jerman mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 41,7 derajat Celsius di kota Coschen, sementara Ceko menembus angka 41,9 derajat Celsius di Doksany. Di Polandia, suhu udara yang menyentuh 40,5 derajat Celsius di Słubice berhasil memecahkan rekor tertua berusia 105 tahun yang sebelumnya bertahan sejak tahun 1921 silam.
"Suhu terus meningkat, ini belum menjadi batas maksimum akhir," demikian pernyataan resmi Institut Hidrometeorologi Ceko pada hari Minggu siang.
Dampak Kematian Massal di Eropa Barat
Dampak fatal dari gelombang panas ini terlihat sangat mengerikan di Prancis, di mana Badan Kesehatan Masyarakat Nasional setempat mencatatkan adanya 1,000 tambahan kematian hanya dalam kurun waktu tiga hari antara tanggal 24 hingga 27 Juni kemarin. Angka tersebut diperkirakan masih akan melonjak tajam karena banyak korban jiwa yang meninggal dalam kesendirian di dalam rumah mereka, terutama di wilayah perkotaan padat seperti Île-de-France yang mencakup Paris dan sekitarnya.
"Ini menjadi pengingat akan perlunya tindakan solidaritas terhadap orang-orang yang terisolasi atau mengalami kesepian yang mendalam, termasuk di area yang sangat urban," tulis Badan Kesehatan Prancis dalam rilis resminya.
Kondisi kritis ini membuat layanan darurat dan rumah sakit di seluruh Eropa berada di bawah tekanan yang sangat luar biasa. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengungkapkan bahwa armada ambulans mereka harus merespons lebih dari 122,000 panggilan darurat selama periode puncak gelombang panas, sementara data awal di Spanyol juga menunjukkan sedikitnya 327 kematian telah dikonfirmasi terkait langsung dengan bencana iklim ini.
"Kemungkinan masih ada orang-orang di dalam rumah mereka yang berada dalam kondisi koma, atau telah meninggal dunia, yang mungkin baru akan ditemukan pada pekan depan," tutur Philippe Juvin, seorang dokter darurat sekaligus anggota parlemen Prancis.
(tps/tps) Add
source on Google