Internasional

Awas Perang! Taliban Serang Raksasa Nuklir Asia, Tewaskan Pasukan

tps, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 05:30 WIB
Foto: Tentara Taliban memuat peluncur roket ke dalam kendaraan, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, di dekat perbatasan Torkham di Afghanistan, 27 Februari 2026. (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah serangan bom dan penembakan brutal yang menyasar fasilitas militer Sindh Rangers di Karachi menewaskan tiga tentara paramiliter dan melukai empat orang lainnya pada hari Sabtu (27/6/2026). Pihak militer Pakistan mengonfirmasi bahwa kelompok militan meledakkan bom tepat di pintu masuk kamp Rangers di lingkungan Gulistan-i-Jauhar sebelum akhirnya melepaskan tembakan membabi buta ke arah pasukan.

Mengutip laporan Reuters, minggu (28/06/2026), baku tembak sengit yang berlangsung selama sekitar 15 menit tersebut menyebabkan tiga pelaku penyerangan tewas di tempat. Pasukan keamanan juga berhasil menangkap satu milisi lainnya yang diidentifikasi sebagai warga negara Afganistan, di mana kelompok Jamaat-ul-Ahrar yang merupakan faksi dari Taliban Pakistan langsung diklaim sebagai dalang utama di balik serangan ini.

Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan mendengar ledakan yang sangat keras diikuti oleh rentetan tembakan senjata api di sepanjang jalan utama yang berdekatan dengan beberapa universitas dan departemen meteorologi Pakistan. Suara ledakan tersebut bahkan sempat memicu kepanikan warga yang sedang beribadah di tempat ibadah terdekat.


"Tanah terasa seperti saat terjadi gempa bumi. Ketika kami keluar, ada asap di mana-mana... lalu penembakan dimulai," tutur seorang pengelola restoran setempat berusia 40 tahun, Mohammad Bakhsh, yang sedang salat saat bom meledak.

Merespons tragedi berdarah di pusat kota tersebut, otoritas militer Pakistan langsung mengeluarkan pernyataan keras untuk memburu sisa-sisa kelompok jaringan teror ini hingga ke akarnya. Langkah penegakan hukum ini diprediksi akan memicu konfrontasi bersenjata yang jauh lebih luas di wilayah perbatasan.

"Pakistan akan melakukan operasi pembalasan terhadap para pelaku serangan ini," tegas pihak militer Pakistan dalam rilis resminya.

Insiden ini berpotensi besar menyulut kembali pertempuran terbuka antara Pakistan dan Afganistan, serta mendorong pihak Islamabad untuk meluncurkan lebih banyak serangan udara ke wilayah tetangganya tersebut. Hubungan kedua negara sekutu yang kini berubah menjadi musuh itu terus terlibat dalam konflik sporadis sejak pertempuran terburuk mereka pecah pada Februari lalu, yang telah menewaskan ratusan jiwa sepanjang tahun ini.

Pemerintah Islamabad menuduh keras pihak Kabul sengaja melindungi kelompok militan untuk merencanakan berbagai serangan teror di dalam teritorial Pakistan. Namun, pihak Taliban Afganistan membantah keras tuduhan tersebut dan berdalih bahwa masalah militansi sepenuhnya merupakan urusan domestik Pakistan.

Serangan bom ini menjadi peristiwa teror paling signifikan yang mengguncang Karachi sejak ledakan besar yang menargetkan konvoi warga China pada Oktober 2024 lalu yang menewaskan dua warga negara asing.

Meskipun serangan di kota-kota besar Pakistan sempat menjadi sangat langka dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan aktivitas militansi baru ini memicu kekhawatiran besar bahwa gelombang kekerasan mematikan mulai kembali merembet ke pusat-pusat perkotaan.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ledakan Bom Guncang Quetta, Pakistan, Puluhan Orang Jadi Korban