Tanjung Priok Bakal Dilewati 2 Tol Baru, Ini Rutenya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara bakal dilewati 2 akses tol baru. Pertama adalah Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru/New Priok Eastern Access (NPEA) dan yang kedua adalah pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc. Section Harbour Road II (Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur - Pluit (Elevated)).
Kedua akses tol tersebut masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Ini tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 Pasal 2A ayat 2.
Untuk proyek Harbour Road II (Tol Ancol Timur - Pluit) garapan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dibangun melayang atau elevated yang membentang sepanjang hampir 10 Km. Tol ini dirancang dengan standar kecepatan 80 km/jam dengan lebar lajur 3,5 meter serta dilengkapi junction di Ancol Timur serta Pluit. Tol ini juga dilengkapi ramp penghubung dengan Harbour Road I.
Pembangunan proyek tol ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026, dengan masa konstruksi 1.697 hari kalender dan masa pemeliharaan 730 hari. Jalan tol ini bukan sekadar menambah kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperkuat jaringan empat lingkar jalan tol Jabodetabek (Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2).
Sementara itu, proyek pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru atau New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 1: STA.0+000 (IC NPEA) - STA. 2+777 (P38) bakal dikerjakan PT Hutama Karya (Persero). Proyek NPEA Seksi 1 merupakan proyek strategis untuk mengurangi kemacetan dan memperlancar arus logistik. Proyek ini akan menghubungkan Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) sepanjang 2,78 kilometer, dimulai dari KM 108 JTCC hingga area Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Utara.
Akses tol ini akan memiliki lebar badan jalan secara total 29,8 meter yang terdiri dari 2 jalur dengan 3 lajur untuk masing-masing arah dengan ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan utama 2,7 km, termasuk 4 Ramp di Area IC NPEA. Selain itu, juga akan dibangun 4 Ramp di area Simpang Marunda (2 ramp on dan off di sisi selatan, 2 ramp on dan off di sisi utara). Konstruksi berupa jalan layang yang terdiri Jembatan Balance Cantilever, Jembatan Gelagar Beton dan Jembatan Gelagar Baja, serta Jembatan Pile Slab.
Proyek ini akan memangkas waktu dan biaya perjalanan truk logistik, mempercepat proses bongkar muat di pelabuhan, serta mendorong efisiensi sistem distribusi barang. Dampak akhirnya adalah peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah pelabuhan dan kawasan timur Jakarta.
(wur/wur) Add
source on Google