MRT Tangsel Lewat Pondok Cabe atau Pondok Aren? Ini Jawaban Menhub

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Jumat, 26/06/2026 20:55 WIB
Foto: Calon penumpang saat menaiki ke menaiki kereta MRT (Moda Raya Terpadu) di Stasiun MRT Blok M Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pembangunan jalur MRT menuju Tangerang Selatan kembali menjadi perbincangan setelah beredar berbagai spekulasi mengenai lintasan proyek tersebut di media sosial. Ada yang menyebut jalur akan melewati Pondok Aren, sementara informasi lain menyebut Pondok Cabe.

Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi memastikan pemerintah belum akan membuka rute pasti proyek tersebut kepada publik. Menurutnya, keputusan itu dilakukan untuk menghindari spekulasi harga tanah yang justru dapat mengganggu kelayakan investasi.

"Biasanya kita nggak akan buka. Kenapa? Nanti calo tanahnya. Mereka nanti beredar di mana-mana. Karena kalau ini bocor ke luar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya. Nanti tanah yang tadinya Rp1 juta jadi Rp30 juta. Akhirnya yang dikorbankan masyarakat, yang diuntungkan cuma para makelar saja," kata Dudi kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (26/6/2026).


Penentuan trase sepenuhnya menjadi bagian dari kajian investor yang akan membangun proyek tersebut. Pemerintah belum menetapkan apakah jalur akan melewati Pondok Cabe maupun Pondok Aren karena seluruh opsi masih dihitung berdasarkan kelayakan bisnis.

Menurut Dudi, investor akan mempertimbangkan potensi jumlah penumpang hingga efisiensi investasi sebelum memutuskan rute terbaik. Karena itulah informasi mengenai trase belum dapat diumumkan.

"Mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya. Mau lewat Pondok Cabe, demand-nya masih banyak atau lewat Pondok Aren, kita belum tahu. Kalau pun keluar, biasanya mereka simpan sendiri supaya biaya investasinya tidak naik," ujarnya.

Tujuan utama pemerintah bukan sekadar menentukan jalur tertentu, melainkan memastikan layanan transportasi massal semakin luas dan terhubung dengan kawasan penyangga Jakarta.

Ia juga menegaskan pembangunan menuju BSD sepenuhnya bergantung pada strategi investor. Tidak tertutup kemungkinan jalur dibuat langsung menuju Serpong apabila dinilai lebih menguntungkan secara bisnis.

"Kan tujuan akhirnya BSD. Terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih baik," pungkas Dudi.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ambisi LRT Jakarta Terhubung ke KRL, MRT hingga Whoosh