RI Disebut-Sebut Mau Beli Jet Pakistan, Dubes: Memang Sudah Teruji!
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana strategis Indonesia untuk memperkuat pertahanan udara melalui potensi pengadaan alutsista baru terus bergulir hangat. Kabar mengenai ketertarikan Indonesia terhadap jet tempur multiperan JF-17 Thunder buatan Pakistan menjadi sorotan utama. Menanggapi hal tersebut, pihak Pakistan menegaskan bahwa teknologi dirgantara mereka sudah sangat teruji di medan tempur nyata.
Kolaborasi sektor pertahanan antara Jakarta dan Islamabad dikonfirmasi berada dalam kondisi yang sangat solid. Kerja sama ini tidak hanya mencakup wacana jual-beli, melainkan telah menyentuh aspek substansial seperti pelatihan taktis perwira militer hingga latihan bersama pasukan khusus kedua negara. Hubungan pertahanan ini dibangun di atas asas kepercayaan mutlak.
Kunjungan pejabat tinggi militer kedua negara juga semakin intensif dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan tercatat baru saja melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Begitu pula dengan Menteri Pertahanan Indonesia yang telah melakukan kunjungan kerja ke Pakistan sebanyak dua kali untuk membahas penguatan alutsista.
"Saya tidak akan berkomentar mengenai aspek spesifik dari negosiasi alutsista tertentu, namun kolaborasi sektor pertahanan Pakistan dan Indonesia sangat kuat dan mencakup semua aspek, termasuk peralatan pertahanan," ujar Duta Besar Pakistan, Zahid Hafeez Chaudhri, di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pakistan menjamin kualitas dari teknologi militer dan kedirgantaraan yang mereka kembangkan. Jet tempur dan sistem pertahanan udara mereka diklaim memiliki keunggulan kompetitif yang tinggi karena dirancang berdasarkan kebutuhan pertempuran modern yang dinamis.
Keandalan militer Pakistan disebut telah terbukti secara konkret dalam konflik udara regional terbaru mereka. Pakistan mengklaim berhasil memenangkan pertempuran udara taktis dan menegakkan keunggulan udara penuh (air superiority) atas rival regionalnya yang memiliki postur militer lebih besar.
"Kemampuan pertahanan Pakistan telah bermanifestasi secara nyata, termasuk saat kami mampu menembak jatuh jet tempur Rafale dalam konflik aktif untuk pertama kalinya selama perang," ungkap Dubes Zahid saat memaparkan kapabilitas militer negaranya.
Bagi Indonesia, penjajakan alutsista dengan Pakistan dinilai strategis dalam rangka diversifikasi mitra pertahanan global. Pakistan juga menawarkan peluang transfer teknologi (transfer of technology) serta kerja sama produksi komponen pertahanan bersama, bukan sekadar hubungan pembeli dan penjual komoditas militer.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk menilai kelayakan jet tempur tersebut. Implementasi rencana pengadaan ini diharapkan dapat menjadi tonggak baru bagi kemandirian industri pertahanan dan mempererat posisi tawar strategis Indonesia di kancah global.
(tps/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]